Bakorluh Maluku - Pertanian Bakorluh Maluku - Perikanan Bakorluh Maluku - Kehutanan

AGAR DURIAN BISA BERBUAH DI LUAR MUSIM

Durian (Bombacaceae, sp) biasanya hanya berbunga satu kali dalam setahun, makanya ada yang namamnya musim durian. Namun saat ini teknologi pertanian telah maju sehingga kita bisa membuat durian berbuah diluar musimnya.  Kalau durian kita berbuah pas lagi tidak musim dijamin harga akan tinggi. Durian merupakan salah satu produk hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan berpotensi untuk pasar dalam negeri maupun pasar dalam negeri maupun pasar ekspor. Tanaman durian biasa dijumpai di hutan Malaysia, Sumatera dan Kalimantan yang berupa tanaman liar.
Beberapa jenis varietas durian terkenal adalah : durian sukun (Jawa Tengah), petruk (Jawa Tengah), sitokong (Betawi), simas (Bogor), sunan (Jepara), otong (Thailand), kani (Thailand), sidodol (Kalimantan Selatan), sijapang (Betawai) dan sihijau (Kalimantan Selatan).
Buah durian mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi. Tiap 100 g buah durian mengandung 2,5 g Protein, 601 mg Kalium, 2,5 g Lemak, 28,3 g Karbohidrat, 44 mg Fosfor, 57 mg Vtamin C, 175 SI Vitamin A, 0,27 mg thiamin, 0,29 mg riboflavin, 134 energi, 1,3 besi dan 67 g air.
Di Indonesia durian dipanen musiman, bila sedang panen raya harga buah durian menurun bahkan harganya sangat murah (Rp. 2000,-/buah). Pada waktu tidak musim buah sulit ditemukan dipasaran, kalaulah ada buah durian harganya lebih mahal (Rp. 25.000,- sampai 75.000,-/buah). Pasokan pemaran durian di Indonesia umumnya tinggi dari bulan Desember hingga bulan Maret sedangkan bulan April hingga bulan Nopember mengalami kelangkaan.
Keadaan seperti ini dari segi agribisnis tentulah kurang menguntungkan, karena akan akan terjadi fluktuasi harga yang sangat tajam, sedangkan pada awal dan akhir musim panen harganya menjadi sangat tinggi.
Pemilihan Teknologi Pembuatan Durian Di Luar Musim
Berbagai Teknologi pembuahan Durian diluar musim yang ada sejak jaman nenek moyang kia dulu hingga kini dilakukan dengan cara mekanis dan dengan cara kimia pertanian anara lain :
a.       Cara Mekanis
  • Kerat
  Mengerat pembuluh floem (kulit pohon) melingkar sepanjang lingkaran pohon dengan lebar kurang lebih 1 cm sampai kelihatan pembuluh xylem (kayu pohon) kemudian dibalut menggunakan sholatib atau bahan lainnya untuk menutupi keratin agar tidak kering dan tidak mati.
  • Pruning
  Memangkas daun, cabang dan ranting, hingga pohon gundul atau tersisa sedikit daun.
  • Pelukaan
  Melukai pembuluh floem dengan benda tajam. Bentuknya bias dengan mengerok, mencacah, memaku dan mengiris kulit kayu.
  • Pengikatan
 Mengikat erat pohon dengan kawat hingga transport hasil fotosintesa pembuluh floem terhambat.
  • Stressing air
Tidak menyiram tanaman hingga mencapai titik layu permanen, kemudian dengan tiba-tiba melakukan penggenangan perakaran dan pangkal batang hingga jenuh air dalam waktu tertentu.
Cara mekanik tersebut pada prinsipnya adalam merubah perbandingan unsure carbon (C) dan nitrogen (N) dalam tubuh tanaman. Cara ini memunyai kelemahan yaitu tak terukur. Kalau aplikasinya kebetulan pas berhasil, tapi kalau tidak pas bias gagal.
b.     Cara Kimia
Cara membuahkan buah diluar musim yang terukur dan yang paling banyak dipilih adalah dengan menggunakan agro-chemical (kimia Pertanian), berupa bahan aktif zat pengatur tumbuh (ZPT). Teknologi agro-chemical ini merubah fisiologis tanaman dengan cara menghambat fase pertumbuhan vegetative dengan peran hormone atau senyawa kimia tertentu, agar muncul fase generative (bunga dan buah).
Bahan aktif ZPT yang daoat dibeli dan dipergunakan untuk membuahkan durian diluar musim diantaranya; kimia pertanian (NA, Auxin, dan Paklobutrazol). ZPT tersbut bias dibeli ditoko pertanian/took bahan kimia.
Cara kerja ZPT kimia pertanian antara lain :
  •  Natrium NAA (Naphthyl Acetic Acid / Asam Naftali Asetat), merupakan jenis ZPT yang mempunyai kegunaan mendorong pembungaan serempak pada tanaman. Dengan konsentrasi 5-10 ppm yang disemprotkan pada waktu pagi hari (jam 06.00 – 10.00) ke seluruh bagian tanaman batang ranting dan erutama stomata daun terbukti dapat memunculkan bunga).
  •  Auxin secara khusus jarang diperdagangkan dengan merk dagang tertentu, karena harganya per milligram yang sangat mahal. Auxin digunakan dalam dosis kecil, part per million (ppm), berfungsi untuk merangsang perpanjangan sel, pembentukan bunga dan buah, pertumbuhan akar pada stek atang, memperpanjang ttik tumbuh serta mencegah gugur daun dan buah.
  •  Paclobutrazol dipasaran memiliki nama dagang diantaranya Patrol, Cutar, Goldstar. ZPT ini berfungsi menghentikan fase vegetative dan memacu fase generative. Penggunaan secara berlebihan dapat mengakibatkan, batang dan dahan getas/kropos, daun mengeriting dan pertumbuhan vegetative dapat terhenti (stagnan) hingga kurun waktu 3 tahun. ZPT ini efektif digunakan pada tanaman keras seperti mangga, apel, jambu air, jeruk dan durian.
Pada dasarnya penggunaan ZPT ini dilakukan pada saat tanaman dibuahkan diluar musim dengan memastikan kondisi tanaman tidak akan kekurangan nutrisi yang dibutuhkan.
Sebagai contoh aplikasi pembuahan durian diluar musim adalah penggunaan ZPT Natrium NAA (Naphthyl Acetic Acid/Asam Naftali Asetat), yang mempunyai kegunaan mendorong pembungaan serempak pada tanaman. Sebelum ZPT disemprotkan, kira-kira 3 bulan sebelumnya tanah areal penanaman harus dikeringkan. Jika pada waktu pengeringan turun hujan, tanah disekeliling tanaman pada radius 5-7 meter diberi mulsa dan dibuatkan saluran pembuangan air.
Tanaman buah durian yang sehat, ditandai percabangan merata, daun berwarna hijau tua mengkilat dan tidak terserang hama atau penyakit. Tanaman sudah cukup umur atau sudah berbunga. Tanaman utama tidak dalam fase pertumbuhan tunas tanaman dan daun baru (pupus).
Cara kerja zat perangsang Tumbuh Natrium NAA (Naphthyl Acetic Acid / Asam Naftali Asetat) dengan menagtur pembungaandi setiap pohon durian perblok. Jika menginginkan panen durian bulan Agustus – November, maka sekitar bulan Maret Tanaman pada blok disemprotkan Natrium NAA (Naphthyl Acetic Acid / Asam Naftali Asetat) dengan konsantrasi 5-10 ppm per pohon pada waktu pagi hari (jam 06.00 – 10.00) dengan cara ;
  • Disemprotkan ke seluruh bagian tanaman batang ranting dan terutama stomata daun.
  • Disemprotkan secara merata pada tanaman sehat, ditandai dengan munculnya tunas bunga pada percabangan, dibagian bawah daun yang berwarna hijau tua mengkilat dan tidak sedang terserang hama atau penyakit.
  • Disemprotkan secara merata pada tanaman dan pada bunga di percabangan.
  • Disemprotkan keseluruh bagian cabang dan daun yang tersisa.
Sumber : Bisnis Hobi Tanaman dan Pertanian. com

DAUN GAMAL (Gliricidia sepium) Obat Scabies Pada Kambing

GAMAL

Scabies (scabies dalam Bahasa Indonesia) merupakan penyakit parasite menular pada kulit yang disebabkan oleh tungau. Dua spesies tungau yang sering menyebabkan scabies pada kambing adalah Sarcoptes scabiei dan Psoroptes ovis. Penyakit ini masih merupakan masalah penting pada kambing di Indonesia. Laporan kejadian scabies di Jawa mencapai 47,5% tahun 2006. Laporan terakhir kejadian scabies di Kabupaten Pandeglang Banten mencapai 79 kasus pada tahun 2010.

Kambing yang terkena scabies mempunyai gejala adanya kegatalan yang hebat sehingga hewan berusaha untuk terus-menerus menggaruk diikuti dengan timbulnya keropeng atau kerontokan bulu. Jika penyakit berlanjut, kulit menjadi tebal dan berbintil yang umumnya muncul pada ujung mulut, sekitar mata dan dalam telinga. Jika luka yang terjadi disekitar mulut maka kambing mengalami kesulitan  makan dan akan mati karena kekurangan pakan (kelaparan).

Kambing-kambing yang terserang penyakit ini di pedesaan sering dibiarkan begitu saja karena terkendala dengan harga obat yang mahal. Penyakit ini sangat cepat menular pada hewan dalam satu kandang dan jika tidak diatasi dapat menyebabkan kematian hingga 67%.

Salah satu tanaman yang mempunyai potensi sebagai obat scabies adalah Gamal yang dalam bahasa Latin dinaman Gliricidia sepium, tanaman ini sering dissebut juga kelor laut atau cebreng atau sering disebut pohon residen (Ambon). Gamal merupakan tanaman pelindung yang memiliki banyak manfaat. Untuk daerah Maluku sering dipakai untuk pagar pada kebun, selain itu akarnya menghasilkan nitrogen. Daunnya biasa diberikan sebagai hijauan pakan ternak ruminansia karena memiliki nilai nutrisi yang tinggi (kandungan protein 18-30%) dan kecernaan tinggi (70%). Di samping itu daun dari tanaman ini ternyata juga mempunyai bahan aktif kumarin yang bersifat insektisida, rodentisida dan bakterisida.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Balitvet, Bogor menunjukkan bahwa ekstrak minyak sawit daun gamal 50% dapat menyembuhkan scabies hingga 100% dengan 2 kali pengobatan dengan jarak 1 minggu.

Daun gamal yang digunakan pada pembuatan ekstrak ini adalah dipilih daun tua tetapi masih lunak dari pohon gamal berumur lebih dari 6 bulan. Semakkin tinggi kadar kumarin dalam daun semakin baik efeknya sebagai obat scabies. Cara mudah untuk mengetahui daun dengan kadar kumarin tinggi adalah dengan cara merobek daun dan membaunya. Daun dengan kadar kumarin tinggi biasanya baunya lebih menyengat.

Pengambilan daun untuk pembuatan ekstrak ini adalah dengan cara :

-          100 gr daun gamal dicincang halus, kemudian direbus dalam 200 ml minyak kelapa sawit sampai mendidih selama 1 jam.

-          Selanjutnya suhu sedikit diturunkan (tidak dalam kondisi mendidih) selama 1 jam (total perebusan 2 jam).

-          Hasil ekstrak tersebut diangkat dan disaring dengan kain sambil diperas sampai minyaknya tersaring sempurna.

-          Hasil saringan dimasukkan ke dalam botol gelap (berwarna), dan jangan terkena sinar matahari sampai siap untuk digunakan.

-          Ekstrak ini  bisa disimpan pada suhu ruangan sampai 1 minggu, jika disimpan pada almari es (4°C) bisa bertahan sampai 6 bulan.

Pemberian ekstrak ini pada kambing dilakukan denggan cara mengoleskan ekstrak dengan kuas atau sabut kelapa pada seluruh permukaan kulit kambing yang terkena scabies. Apabila hanya sebagian kecil telinga yang terkena maka obat bisa dioleskan pada telinga saja tetapi apabila scabies telah menyebar pada sebagian badan sebaiknya seluruh tubuh kambing dioles dengan obat karena untuk mencegah perkembangbiakan tungau ke bagian tubuh yang lain. Jika seluruh tubuh kambing harus dioles kira-kira diperlukan 100-200 ml obat tergantung besar kecilnya kambing.

Pengobatan dilakukan sebanyak dua kali dengan jarak 1 minggu. Perlu diingat bahwa kambing yang telah diobati sebaiknya dipindahkan ke kandang yang bersih dan bebaas scabies (kandang baru yang telah disemprot dengann insektisida sebelum digunakan). Hal ini sangat penting karena biasanya hewan yang sembuh dari scabies tidak mempunyai kekebalan sehingga mudah terkena lagi bila ditempatkan pada kandang yang tercemar.

(Sinar Tani No.3399 Tahun XLI).

Nilai Ekspor Maluku Naik Empat Kali Lipat

Ambon, Tribun-Maluku.com : Nilai ekspor Maluku selama September 2013 tercatat sebesar 39,86 juta dolar AS atau naik empat kali lipat jika dibandingkan dengan nilai ekspor pada bulan Agustus 2013 yang mencapai 7,96 juta dolar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Diah Utami di Ambon, Jumat (1/11) mengatakan, secara umum nilai ekspor periode Januari – September 2013 mencapai 158,11 juta dolar AS dan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012 yang mencapai 176,54 juta dolar AS maka terjadi penurunan sebesar 10,44 persen.

Diah menjelaskan, kegiatan ekspor Maluku selama September 2013 masih di dominasi komodoti ikan dan udang disamping komoditi lainnya seperti bahan bakar mineral.

Ekspor Maluku selama periode Januari – September 2013 berasal dari kelompok komoditi bahan bakar mineral, komoditi ikan dan udang dan komoditi lainnya.

Sedangkan negara tujuan ekspor Maluku selama bulan September terbesar ke Malaysia yang mencapai 30,75 juta dolar AS atau sekitar 77,15 persen dari total nilai ekspor Maluku selama September 2013.

Negara tujuan utama ekspor Maluku selama Januari – September 2013 adalah Malaysia 60,15 juta dolar AS, disusul Thailand dengan nilai 59,33 juta dolar AS, dan Jepang 13,36 juta dolar AS.

Dia menambahkan, ekspor menurut golongan barang HS 2 Dijit, selama periode Januari – September 2013 berasal dari kelompok komoditi ikan dan udang sebesar 97,44 JUTA dolar AS, bahan bakar mineral sebesar 60,15 juta dolar AS,dan komoditi lainnya sebesar 0,52 juta dolar AS.

Sedangkan rata – rata nilai ekspor Maluku Januari – September 2013 berada pada level 0,62 juta dolar/kg, lebih kecil rata – rata nilai ekspor tahun 2012 sebesar 0,67 juta dolar AS/kg.(ant/tm)

Kemendag Tetapkan Harga Referensi Produk Hortikultura

Jakarta (Antara) – Kementerian Perdagangan menetapkan harga referensi untuk produk hortikultura khususnya komoditas bawang merah, cabai merah/cabai keriting, dan cabai rawit melalui keputusan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri.

“Sudah ditetapkan pada 3 Oktober 2013, dan mulai diberlakukan pada tanggal yang sama,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Srie Agustina di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat.

Srie menjelaskan, untuk bawang merah, harga referensi ditetapkan sebesar Rp25.700 per kilogram, cabai merah dan cabai keriting sebesar Rp26.300 per kilogram, dan cabai rawit ditetapkan sebesar Rp28.000 per kilogram.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri nomor 118/PDN/KEP10/2013 tentang Penetapan Harga Referensi Produk Hortikultura yang ditetapkan dan diberlakukan pada 3 Oktober 2013.

“Perhitungan untuk bawang merah, BEP dan margin keuntungan sebesar 40 persen ditetapkan sebesar Rp11.935 per kilogram. Dan setelah dihitung biaya distribusi, susut, transportasi, bongkar muat dan lain-lain ditetapkan harga referensi sebesar Rp25.700 per kilogram tersebut,” kata Srie.

Srie menjelaskan, untuk cabai merah dan keriting, perhitungan BEP petani sebesar Rp8.780 per kilogram, dan ditambahkan margin keuntungan sebesar 40 persen menjadi Rp12.290 per kilogram.

Sementara itu, lanjut Srie, untuk cabai rawit, perhitungan BEP petani sebesar Rp9.547 per kilogram, dan penambahan margin keuntungan sebesar 40 persen maka perhitungan menjadi Rp13.365 per kilogram.

“Perhitungan tersebut juga mempertimbangkan susutnya komoditas, jika seperti cabai itu ada beberapa yang busuk, sementara bawang merah susut saat pemisahan bawang dengan bongkolnya,” kata Srie.

Dalam kurun waktu satu minggu terakhir, kenaikan harga cabai rawit merah sebesar 12,46 persen, cabai merah biasa sebesar 19,88 persen, dan cabai merah keriting sebesar 19,37 persen.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Perdagangan, kenaikan harga cabai tersebut disebabkan meningkatnya permintaan menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha, serta berkurangnya pasokan di beberapa daerah.

Sementara untuk bawang merah, dalam kurun waktu satu minggu terakhir mengalami kenaikan yang tidak terlalu tinggi yakni sebesar 2,19 persen, yang juga disebabkan adanya peningkatan permintaan.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan merubah sistem impor dari kuota menjadi harga referensi yang ditetapkan dan diatur melalui Peraturan Menteri Perdagangan nomor 47 tahun 2013 dan Peraturan Menteri Pertanian nomor 86 tahun 2013.

Dalam ketentuan tersebut, jika harga bawang merah dan cabai rawit di bawah harga referensi maka importasi akan ditunda sampai harga kembali normal, dan jika naik hingga melampaui harga referensi, maka keran impor akan dibuka. (ar)

Sumber : antara.com

Khasiat Bunga Sepatu

bunga-kembang-sepatu

 

 

 

 

 

 

 

1.      Untuk batuk lendir dan berdarah

  • Siapkan 2 kuntum kembang sepatu yang masih segar
  • Remas-remas kembang sepatu tersebut
  • Seduh dengan air panas 400 mililiter
  • Tutup dan biarkan selama semalaman
  • Saring, ambil airnya pada esok harinya
  • Tambahkan dengan madu lebah secukupnya
  • Minum air ramuan tersebut pada pagi hari sebelum makan

2.       Untuk radang saluran napas

  • Siapkan dua kuntum kembang sepatu yang masih segar
  • Cuci sampai bersih
  • Giling kembang sepatu tersebut sampai lumat
  • Tambahkan air putih (matang) 100 mililiter
  • Tambahkan sedikit garam dapur
  • Aduk sampai rata kemudian peras ambil airnya
  • Minum air ramuan tersebut dua kali sehari dengan dosis yang sama

3.      Untuk demam malaria

  • Siapkan 50 gram daun kembang sepatu
  • Setengah lembar daun papaya
  • 10 gram garam inggris
  • Rebus ramuan tersebut dengan volume air setengah liter sampai mendidih
  • Saring ambil airnya
  • Minum air ramuan tersebut selagi hangat

4.      Untuk gondongan

  • Siapkan 30 gram kembang sepatu yang masih segar
  • Cuci sampai bersih
  • Rebus ramuan tersebut dengan volume air 400 mili liter sampai airnya berkurang menjadi 200 mili liter
  • Saring, ambil airnya
  • Minum air ramuan tersebut tiga kali sehari dengan dosis yang sama

5.      Untuk keputihan

  • Siapkan 15 gram kembang sepatu yang masih segar
  • 15 gram jengger ayam
  • 30 gram kulit delima yang masih segar
  • Cuci sampai bersih kesemua ramuan tersebut
  • Rebus dengan volume air 500 mili liter sampai airnya berkurang menjadi 200 mili liter
  • Saring, ambil airnya
  • Minum air ramuan tersebut dua kali sehari

6.      Untuk memperlancar haid

  • Siapkan 3 kuntum kembang sepatu yang masih segar
  • Cuci sampai bersih
  • Giling kembang sepatu tersebut sampai lumat
  • Tambah dengan 150 mili liter air matang
  • Cuka beras putih secukupnya
  • Aduk sampai rata
  • Saring ambil airnya
  • Minum air ramuan tersebut tiga kali sehari sekali minum 100 mili liter

 7.      Untuk Sariawan

  • Siapkan 30 gram daun kembang sepatu
  • Cuci sampai bersih
  • Seduh dengan air panas 100 mili liter selama kurang lebih 15 menit
  • Dinginkan
  • Saring, ambil airnya
  • Minum air ramuan tersebut tiga kali sehari dengan dosis yang sama
sumber : Majalah Swadaya Volume 3 edisi 22 Juni 2013

CARA MENANAM DAN MEMELIHARA POHON

Menanam Dan Merawat Pohon

Penanaman

  • Ambilah tanaman dalam polybag (Kantog Plastik Hitam)
  • Kemudian kita membuat lubang berukuran 30 x 30 x 30 cm (ukuran dapat berubah, sesuai besar/kecilnya pohon).
  • Pada waktu menggali, kita pisahkan tanah asal bagian atas dan bawah.    Lubang dibiarkan terbuka selama + 1 minggu.
  • Tanah asal dicampur pupuk kandang dengan perbandingan 1 bagian pupuk, 2 bagian tanah.
  • Kembalikan tanah asal bagian bawah ke dalam lubang
  • Keluarkan bibit dari polybag dengan hati-hati agar tidak merusak akar
  • Letakkan bibit ke dalam lubang
  • Tanaman diberi penunjang dari bamboo dan kayu
  • Kemudian, uruglah lubang dengan tanah bagian atas yang telaah dicampur dengan pupuk
  • Tanah dipadatkan, usahakanlah lebih rendah dari tanah asal bisa dengan kaki, tangan, atau alat
  • Siramlah secukupnya pagi dan sore
  • Peliharalah dengan menyiram secara rutin, member pupuk dan membasmi hama
  • Peganglah bibit pada polybag

 

PEMELIHARAAN

Penyiraman

Tanaman perlu mendapat air yang cukup guna kelngsungan hidupnya.  Apabila tidak ada hujan, tanaman harus disiram aagar tidak kekeringan.

Pendangiran

Pendangiran dilakukan untuk mencegah persaingan antara tanaman dengan tumbuhan liar

Pemupukan

Agar tanaman lebih subur dapat dilakukan pemupukan pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang atau kompos dengan dosis 2-4 kg/m2.

Pemberantasan Hama dan Penyakit

Pemberantasan hama dan penyakit harus segera dilakukan apabila terlihat tanda-tanda serangan.  Pemberantasan hama dilakukan dengan penyemprotan insektisida, sedangkan pemberantasan jamur dilakukan dengan penyemprotan fungisida.

Dosis dan interval waktu penyemprotan disesuaikan dengan petunjuk yang ada.

Sumber :  Folder Dirjen Bina Pengelolaan DAS & Perhutanan Nasional Kemenhut bekerjasama dengan Solidaritas Isteri kabinat Indonesia Bersatu

Dari Jambu Air, Antonius Raup Omzet Rp 300 Juta per Tahunf

Buah jambu ternyata tidak hanya sebagai tanaman yang menghiasi perkarangan rumah saja. Saat ini, banyak orang yang mulai membudidayakan Jambu khususnya Jambu air secara serius.

Pasalnya, saat ini jambu air juga bisa mendatangkan penghasilan yang cukup menggiurkan.

Antonius Surbakti sudah membuktikannya. Dengan membudidayakan jambu air secara serius, ia bisa meraup keuntungan sekitar Rp 300 juta per tahun. Di rumahnya di Di Desa Durin Jagak, Kecamatan Pancur Batu, di lahan 5.000 meter persegi ia membudidayakan jambu air varietas unggul.

“Jambu air ini secara umum belum banyak yang mengetahui tentang keunggulannya. Tanaman jambu air ini pernah dianggap sebagai tanaman liar. Padahal di Malaysia yang dianggap tanaman liar ini telah dikembangkan menjadi tanaman unggul,” ujarnya.

Ia menuturkan, pembudidayaan  jambu air menjadi jambu air dengan kualitas unggul tersebut dilakukan melalui proses perkawinan silang. Jambu air hasil dari perkawinan silang tersebut kemudian dikenal dengan varietas Pink Aple, Citra, dan Cincalo Madu.

“Sejak awal membudidayakan varietas tersebut luasan lahan yang digunakan masih terbatas. Meskipun begitu, karena teknik pembudidayaannya dilakukan serius, akhirnya membuahkan hasil yang sangat memuaskan,” katanya.

Ia menjelaskan, teknik budidaya yang ia lakukan untuk menghasilkan varietas unggul yaitu mulai dari bagaimana penggunaan pupuk yang tidak merusak dan mudah dibuat atau didapat, utamanya pupuk organik dari lingkungan sekitar, obat-obatan, serta mempersiapkan sistem pengairan yang baik.

Ia mengungkapkan, dari sisi pemasaran selama ini masih dilakukan secara mulut ke mulut. Ia telah memiliki agen tetap untuk membeli jambu airnya.

“Dengan membudidayakan jambu air, dalam setahun saya  bisa mengantongi omset lebih dari Rp 300 juta per tahun,” tuturnya.

Setiap satu pohon Jambu Air, Antonius bisa menghasilkan buah jambu sekitar 200 kilogram dan dijual seharga Rp 13 ribu perkilogramnya. Dalam satu hektare bisa ditanami pohon sebanyak 120 batang

“Untuk saat ini yang paling penting adalah membudidayakannya dengan serius dan melakukan perawatan tanaman secara rutin agar pertumbuhannya maksimal,” katanya. (cr3).

Sumber: www.yahoo.com

Swasembada, Kementan Anggarkan Rp 8,23 Triliun

Kementerian Pertanian pada 2014 mengalokasikan anggaran sebesar Rp 8,23 triliun untuk program swasembada nasional. “Anggaran terbesar dialokasikan untuk mendukung pencapaian surplus 10 juta ton beras yakni sebesar Rp 4,54 triliun,” kata Menteri Pertanian Suswono, dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV di Kompleks Senayan, Kamis, 5 September 2013.

Selain itu, Suswono menuturkan alokasi anggaran untuk swasembada jagung berkelanjutan mencapai Rp 398,2 miliar. Sedangkan untuk swasembada kedelai dialokasikan sebesar Rp 874,6 miliar, untuk swasembada gula Rp 980,6 miliar, dan untuk swasembada daging sebesar Rp 1,49 triliun.

Alokasi anggaran Kementan tahun 2014, Suswono melanjutkan, direncanakan dipergunakan untuk program tematik. Di antaranya program responsif gender, program Millenium Development Golds (MDGs), program kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular, program mendukung MP3EI, program mendukung MP3KI, pembanguna daerah tertinggal, pengembangan daerah perbatasan, serta percepatan pengembangan Papua dan Papua Barat.

Pada 2014, Kementan mendapat alokasi pagu anggaran indikatif sebesar Rp 15,47 triliun. Sedangkan anggaran subsidi diusulkan sebesar Rp 40,78 triliun. Rinciannya anggaran subsidi pupuk sebesar Rp 21,05 triliun, seubsidi benih sebesar Rp 1,56 triliun, anggaran kredit program Rp 15,6 triliun dan Dana Alokasi Khusus sebesar Rp 2,57 triliun.

sumber : www.yahoo.com

Dalam 10 Tahun, 5 Juta Petani “Lenyap”

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah rumah tangga petani dari tahun ke tahun terus menurun. Hal ini disebabkan penduduk mulai berpindah pekerjaan dengan pendapatan lebih baik.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, jumlah petani pada 2003 lalu masih mencapai 31,17 juta orang. Namun hingga pertengahan tahun 2013 ini, jumlahnya sudah menurun menjadi 26,13 juta orang.

“Ini berarti dalam sepuluh tahun terakhir ada penurunan jumlah petani sebesar 5,04 juta orang atau ada penurunan 1,75 persen per tahun,” kata Suryamin saat Workshop Media di Hotel Mirah Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/9/2013).

Ia menambahkan, penduduk berusia 15 tahun ke atas yang bekerja di sektor pertanian mengalami penurunan dari 40,61 juta orang di tahun 2004 menjadi 39,96 juta orang pada 2013. Sementara itu, persentasenya menurun dari 43,33 persen di 2004 menjadi 35,05 persen di 2013.

“Ini menunjukkan bahwa penurunan jumlah profesi petani karena mereka beralih ke sektor lainnya seperti industri, perdagangan, rumah makan, hingga jasa, baik jasa sosial maupun jasa perorangan,” tambahnya.

Kendati demikian, dalam hal produktivitas petani, jumlahnya cenderung mengalami pertumbuhan. Misalnya dari produktivitas padi yang naik dari 52,12 juta ton di 2003 menjadi 69,27 juta ton pada angka ramalan 2013. Ini berarti ada kenaikan produktivitas sebesar 3,29 persen per tahun. Di periode yang sama, produktivitas jagung juga melonjak dari 10,89 juta ton menjadi 18,84 juta ton. Ini berarti ada kenaikan 7,3 persen per tahun.

Begitu juga dengan share sektor pertanian dalam produk domestik bruto (PDB) yang naik dari 14,3 persen pada 2004 menjadi 15,04 persen pada 2013. “Jadi, meski jumlah petani menurun, dapat dikompensasi dengan peningkatan produktivitas hasil pertanian. Oleh karenanya, produktivitas di sektor pertanian cenderung meningkat,” katanya.

sumber : www.kompas.com
 

JENIS DAGING KAMBING DAN MANFAATNYA

Sumber:www.google.com

Sumber:www.google.com

Sebagaimana daging hewan yang lain, daging kambing memiliki kelebihan tersendiri. Disamping dapat diolah menjadi berbagai menu masakan yang lezat, daging hewan yang jarang mandi ini, juga mempunyai ciri khusus terutama baunya yang khas sehingga menggugah selera penggemarnya. Selain rasanya yang lezat, daging kambing juga mempunyai banyak manfaat dan khasiat. Misalnya saja, daging kambing, konon dipercaya bisa meningkatkan tekanan darah. Sehingga, kepada orang yang menderita penyakit tekanan darah rendah (hipotensi) misalnya, sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi daging ini.
Daging kambing juga merupakan salah satu sumber zat yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Misalnya saja kandungan zat besi, vitamin B, kolin, dan selenium terbaik. Vitamin B akan membantu tubuh membakar lemak, sedangkan kolin dan selenium mampu menangkal kanker. Setiap 100 gram daging kambing memiliki kandungan 154 kalori, 9,2 mg lemak, 3,6 mg lemak jenuh.
Daging kambing konon juga dipercaya bisa meningkatkan potensi seksualitas kaum pria. Untuk yang satu ini, selain daging yang paling banyak diburu oleh kaum pria adalah bagian torpedo kambing. Selain bagian torpedo, empedu kambing juga dipercaya berkhasiat untuk meningkatkan kemampuan seksualitas. Hanya saja jika torpedo kambing dikonsumsi dengan dimasak/disate, maka untuk empedu kambing harus ditelan mentah-mentah.
Daging kambing yang bagus memiliki aroma yang khas. Potongan daging kambing dapat dibedakan berdasarkan bagian-bagian karkasnya. Bagian karkas tersebut adalah berupa pundak (shoulder), pinggang (loin), paha (leg), dada (breast) dan sengkel (fore shank).
Tidak semua bagain dari kambing cocok untuk disate. Ada bagian-bagian tertentu yang lebih enak untuk digulai, sup, atau digoreng. Ada bagian tubuh yang membutuhkan waktu lama untuk memasaknya sampai empuk. Akan tetapi, ada juga bagian daging yang justru memerlukan waktu singkat dalam memasaknya.
Secara rinci dapat dijelaskan: 1).Kaki kambing; Kaki kambing terkenal enak bila dibuat hidangan berkuah seperti sup kaki kambing. Selain itu, kaki kambing juga sangat cocok direbus atau dipanggang. Lemak pada bagian kaki sangat sedikit dan mudah dibuang. 2).Daging pinggang; Daging dibagian pinggang sangat lunak dan empuk Waktu memasaknya juga sangat singkat. Cara memasak daging pinggang yaitu direbus, digoreng, atau dipanggang. Daging ini sangat cocok untuk steak, sup, dan sate. 3). Daging iga; Daging di bagian iga diambil dari rusuk yang ditempeli banyak lemak (50%). Pengolahan daging ini sangat beragam dan lama waktu memasaknya pun bermacam-macam sesuai selera. Cara memasaknya dapat direbus, digoreng serta dipanggang. Bisa secara langsung atau tidak langsung terkena api. Daging ini cocok untuk steak, sup, dan sate. 4).Daging bahu dan daging pinggang; Kadar lemak pada daging dibagian bahu dan pinggang sebesar 40%. Bagian yang tidak berlemak adalah dada dan sengkel. Semua daging ini cocok untuk digoreng, dikukus atau direbus. Air yang digunakan untuk merebus sedikit, tetapi proses memasaknya agak lama. Bila dimasak menggunakan api kecil dan air sedikit, daging ini akan lebih cepat lunak. 5).Daging paha; Daging paha agak alot (liat) dan kandungan lemaknya sebesar 30%. Merebus adalah cara yang paling cepat dan mudah dalam memasak daging ini. Air yang dibutuhkan merendam daging setinggi 7,5-15 cm, daging direbus sampai berwarna coklat dibagian luar, sementara dibagian dalam tetap merah muda. Tiap bagian tertentu membutuhkan waktu perebusan yang berbeda, paling cepat 7 menit dan paling lama 30 menit. Contoh masakan hasil perebusan, misalnya sup, dan gulai kambing.
Masakan paling populer untuk daging kambing adalah sate. Untuk mendapatkan daging yang empuk dan lezat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu daging harus bersih dari kotoran, daging kambing tidak dicuci, sebelum dipotong kecil-kecil daging kambing dibungkus dengan daun papaya atau dilumuri parutan nenas, lalu didiamkan selama 15-30 menit. Selain itu, daging diambil dari kambing muda yang berumur kurang dari 1,5 tahun.
Kualitas daging juga mempengaruhi kelezatan daging. Daging kambing yang baik berwarna merah jambu atau merah keputihan, berserat halus, lemaknya keras dan beraroma khas. Kandungan gizi setiap 100 gram berat daging kambing yang dapat dimakan, yaitu kalori 154 kal; protein 16,6 g, lemak 9,2 g, kalsium 11 mg, fosfor 184 mg, besi 1,0, vitamin B 0,09, dan air 70,3 g.

Sumber :http://cybex.deptan.go.id