Bakorluh Maluku - Pertanian Bakorluh Maluku - Perikanan Bakorluh Maluku - Kehutanan

TIPS MEMBEDAKAN MADU ASLI DAN MADU CAMPURAN

Madu memiliki banyak khasiat untuk kesehatan, seperti mengobati berbagai penyakit ringan dan menjaga metabolisme tubuh agar tidak mudah terserang penyakit, selain madu berkhasiat untuk kesehatan, madupun sangat baik di pergunakan untuk merawat dan menjaga kecantikan agar tampil cantik secara alami. Untuk mendapatkan khasiat yang terdapat dalam madu tentunya kita harus menggunakan madu asli bukan madu yang sudah di campur. Ini beberapa cara untuk membedakan madu asli dan madu yang dicampur/palsu.

1. Bakar Hingga Berbusa

Cara pertama untuk membedakan antara madu yang asli atau madu murni dan madu yang telah mendapatkan campuran yaitu: anda sediakan sendok, lilin dan korek api. Taruh madu yang ingin anda uji coba keasliannya di atas sendok dan bakar di atas lilin yang menyala pada bagian bawah sendoknya. Setelah itu anda akan menemukan beberapa perbedaan antara madu asli dan madu yang sudah tercampur. Ketika madu asli di taroh di atas sendok yang bawahnya sedang di bakar, maka madu asli tersebut akan mengeluarkan busa dan akan tumpah. Sedangkan madu yang sudah tercampur atau madu palsu, ketika madu tersebut mendidih busa yang di keluarkan akan lebih sedikit dibandingkan dengan madu asli.

2. Uji Coba Ke Aslian Madu Melalui Kertas

Cara untuk Melakukan uji coba antara madu asli dan madu palsu yang kedua yaitu dengan cara membasahi atau melumiri kertas dengan madu asli dan madu palsu. Tentunya ketika anda melakukan percobaan tersebut andapun akan menemukan perbedaan yang cukup unik. Ketika madu asli di balurkan, kertas yang di lumuri madu asli tidak mudah robek sedangkan kertas yang di lumuri madu palsu akan mudah robek dan akan menembus ke kertas yang di lumuri madu palsu tersebut.

3. Uji coba Keaslian Madu Dengan Korek Api

Uji coba keaslian madu yang ketiga tidak kalah uniknya seperti uji coba yang kedua. Caranya sebagai berikut: Anda masukkan korek api yang telah anda sediakan kedalam madu asli, dan ketika anda gesekan korek api yang dilumuri madu, maka korek api tersebut akan tetap menyala walaupun korek tersebut basah. Tapi ketika anda memasukkan korek api kedalam madu palsu, maka ketika korek tersebut di gesekan, korek tersebut tidak akan menyala layaknya korek yang basah karena bercampur air. Cara ini banyak dipakai penjual madu di pasar-pasar. 

4. Masukan Madu Kedalam Air

Ketika anda meneteskan tetesan madu kedalam air putih, maka yang akan anda temukan adalah madu yang menetes kedalam air putih tersebut tidak akan bercampur dengan air dan madu tersebut akan terjatuh kedalam dasar air (tidak mengambang). Tuangkan sedikit madu kedalam gelas yang berisi air putih bening, coba perhatikan dengan seksama. apabila madu tersebut mengendap dan terpisah dengan air tanpa mengeruhkan air maka madu tersebut dipastikan murni, sebaliknya jika madu tersebut bercampur baur sehingga air tersebut mengeruh maka madu tersebut dipastikan palsu.

5. Masukan madu asli kedalam Lemari Es

Uji coba keaslian madu yang ke lima yaitu dengan cara memasukkan madu asli kedalam lemari es, Jika madu asli yang di taro di dalam lemari es itu murni atau asli, maka madu tersebut tidak akan membeku. dan jika yang terjadi malah sebaliknya maka madu tersebut adalah madu yang telah melalui proses campuran (Palsu). Cara ini juga tidak 100% benar, karena ada beberapa madu yang jika dimasukkan freezer menggumpal dan ada beberapa yang tidak menggumpal. Seperti Madu kapuk dan Kaliandra, madu kapuk tidak akan mengkristal (beku) walaupun disimpan lama di kulkas, sedangkan madu kaliandra akan cepat mengkristal seperti gula. Jadi jika membeli madu kapuk tapi madu tersebut mengkristal bisa dipastikan madu itu palsu atau dicampur.

6. Dicampur kuning telur.

Campurkan dua sendok makan madu dengan kuning telur, lalu kocok. Jika kuning telur tampak mengkristal seperti matang, maka madu Anda asli. Kuning telur yang dicampur madu akan tampak matang. Yang sebenarnya terjadi adalah penggumpalan atau Koagulasi. Hal ini karena madu adalah asam dan kuning telur adalah protein. Protein yang dicampur dengan asam akan menggumpal, sehingga telur akan terlihat matang, yang sebenarnya ter-koagulasi.

7. Menggunakan semut

Dengan cara ini, dipercaya bahwa semut akan mengerumuni madu palsu dan tidak tertarik pada madu asli. Namun cara ini tidak 100% benar. Pada dasarnya, sifat semut suka pada yang manis-manis, termasuk rasa manis yang ada pada madu. Madu asli pun bisa saja dikerumuni oleh semut karena tertarik oleh wanginya. Madu yang kental akan lebih sulit dideteksi aroma manisnya oleh semut. Semakin kental madunya (kadar airnya sedikit) semakin sulit bagi semut untuk mendeteksi lokasi rasa manis madu tersebut karena molekul yang ada di dalam madu tetap utuh, tidak pecah. Sebaliknya, bila kadar airnya tinggi (di atas 20%), maka semut mudah menghampiri. Madu yang tidak dikerumuni semut adalah madu yang telah terfermentasi sehingga mengandung alkohol atau madu asli dari hutan.

8. Dengan meneteskan madu di air di atas piring beling putih

Ketika piring digoyang ke kiri dan ke kanan, maka sebelum madu itu bercampur akan membentuk seperti sarang lebah. Semakin lama bentuk segi enam itu bertahan, berarti semakin baik nutrisi yang terkandung dalam madu tersebut alias madu asli. Semakin cepat bentuk segi enam itu memudar, maka jelaslah itu madu campuran, karena nutrisinya sudah jauh berkurang. Menuangkan madu ke dalam gelas yang berisi air dingin. Bila madu tersebut asli, maka madu tersebut akan langsung jatuh ke dasar gelas dan tidak berpendar. Disamping itu, salah satu ciri madu asli adalah ketika dimasukkan ke dalam air, madu tersebut tetap solid dan tidak membuat air menjadi keruh.

9. Kocok madu dalam botol

Madu yang asli jika dikocok akan berbusa. Busa dan udara yang terbentuk akan naik dan menekan tutup botol sehingga ketika tutup botol dibuka akan terdengar suara letupan kecil. Letupan itu juga bisa terjadi karena fermentasi yang menghasilkan gas.

10. Madu asli memiliki rasa lebih asam Madu yang palsu memiliki rasa lebih manis karena ditambahkan gula, sehingga akan dikerubungi oleh semut jika dibiarkan dalam keadaan terbuka. Selain itu intensitas rasa manis madu palsu akan terasa lebih lengket di lidah. Sebaliknya pada madu asli, selain rasa manis akan ditemukan pula rasa asam mengingat madu asli memiliki tingkat keasaman (pH) sekitar 3,4 – 6,1.

11. Menggunakan alat polarimeter

Madu asli secara optis akan memutar ke kiri, sedangkan madu palsu akan memutar ke kanan. Tips untuk membedakan madu dengan cara mudah seperti di atas tidak selamanya benar 100 % dikarenakan setiap pemanenan mengandung kadar air yang berbeda-beda. Misalnya ketika dipanen pada musim hujan, maka madu akan banyak mengandung air hujan. Selain menyebabkan lebih cair, air hujan juga akan menyebabkan madu menjadi teroksidasi udara menjadi lebih masam (ingat: air hujan bersifat asam) dan akan terfermentasi.

 

Demikian cara membedakan madu asli dan madu palsu, semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan anda tentang madu.

Buat yang mau beli madu harap berhati dan pandai memilih…..

Ini beberapa tips kalau mau beli madu :

  • Belilah madu asli di tempat yang dipercaya, seperti di Peternakan lebah.
  • Jika tidak mengetahui dimana membeli madu yang asli setidaknya bisa dilihat dengan membandingkan harganya jangan beli madu dari pedagang keliling yang tidak anda kenal,karena sekarang juga banyak beredar madu palsu yang mengandung formalin.

Jadilah pandai sebelum sakit(JP)

TEKNIK INOKULASI GAHARU

Pengembangan pohon penghasil gaharu saat ini tak terlalu banyak dikenal oleh masyarakat luas. Hanya orang-orang tertentu saja yang sudah mengembangkan dan membudidayakan pohon ini. Bukan karena tidak adanya penelitian yang menunjukan betapa besarnya peluang pengembangannya, akan tetapi akibat lemahnya publikasi dan sosialisasi serta tindak lanjut terhadap hasil penelitian gaharu menyebabkan usaha pengembangannya sangat jauh tertinggal dibandingkan jebis pohon lainnya,misalnya pohon jati emas atau pohon jati super yang didengung-dengungkan akan memberikan nilai ekonomi yang cukup besar. Padahal, keuntungan dari bisnis pohon gaharu juga dapat merubah tingkat kesejahteraan masyarakat hanya dalam waktu beberapa tahun.
Maka dalam upaya membina lestarinya sumberdaya pohon penghasil gaharu dan pembinaan kelestarian produksi, pengenalan teknologi budidaya dan inokulasi gaharu perlu disosialisasikan kepada masyarakat sehingga mereka dapat memposisikan diri untuk lebih mandiri dan mampu dalam mengembangkan sumberdaya gaharu tersebut.
Mengapa perlu budidaya tanaman penghasil gaharu?
1. Melestarikan plasma nutfah dan produksi pohon penghasil gaharu, sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) bernilai ekonomi tinggi.
2. Membangun iklim simbiose mutualistis dan saling ketergantungan antara sumberdaya hutan dengan kehidupan masyarakat.
3. Meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar hutan, PAD dan devisa Negara.

 

Mengenal beberapa pohon penghasil “Gaharu”
Aquilaria malacensis Lamk (Ahir, Gaharu, Garu, Halim, Karas, Kereh, Gambil, Sigi-sigi)
– Morfologi
Tinggi dapat mencapai 40 meter, diameter batang sekitar 60 cm, permukaan batang licin, warna batang keputih-putihan, kadang beralur, kayunya keras.
Daun berbentuk lonjong agak memanjang, ujung meruncing, tepi daun tegak, agak bergelombang dan melengkung. Lebar 3-3,5 cm, panjang 6-8 cm, kedua permukaan licin dan mengkilap,tulang daun sekunder 12-16 pasang, jika mongering terlihat abu-abu kehijauan.
Bunga muncul diujung ranting, dibawah ketiak daun. Mahkota bunga berbentuk lancip, panjang mahkota hingga 5 mm, berbau harum, berwarna hijau kekuningan atau putih.
Buah berbentuk bulat telur atau agak lonjong, panjang sekitar 4 cm, lebar sekitar 2 cm, didalamnya terdapat 1-2 benih/biji atau lebih, bentuk biji bulat telur, warna coklat-kehitaman.

IMG_0002

Aquilaria malacensis Lamk

– Tempat tumbuh.
Hutan dataran rendah, lereng-lereng bukiut sampai ketinggian 750 m dpl, hutan bertipe iklim A-B, kelembaban sekitar 80 %, suhu udara antara 24-32°C, curah hujan rata-rata 2000-4000 mm per tahun.
– Penyebaran
Tumbuh tersebar di daerah Sumatera Utara, Bangka, Sumatera Selatan dan Kalimantan.

 

IMG_0003
Aquilaria microcarpa Baill (Tengkaras, Engkaras, Garu, Tulang)

– Tinggi pohon dapat mencapai 40 m dengan diameter mencapai 80 cm.
– Tempat tumbuh sampai dengan ketinggian 200 m dpl.
– Penyebaran di Palembang, Riau, Bangka Belitung.

 

IMG_0004
Aquilaria beccariana van Tiegh (Merkaras putih, Gaharu, Gumbil nyabak)

– Tempat tumbuh dengan ketinggian mencapai 0-850 m dpl.
– Penyebarannya banyak terdapat di Kalimantan dan Palembang.

 

IMG_0005
Aquilaria filarial Merr (Age-Sorong/Papua, Las-Seram/Maluku)

– Tinggi pohon dapat mencapai 17 m dengan diameter mencapai 50 cm.
– Tumbuh di dataran rendah, di rawa dengan ketinggian sampai dengan 130 m dpl
– Penyebarannya paling banyak terdapat di Maluku dan Papua.

 

IMG_0006

Gyrinops versteegii (Ketenun-Lombok, Ruhu wama- Sumba, Seke-Flores dan Sumbawa)

– Tinggi pohon dapat mencapai 40 m dengan diameter mencapai 80 cm.
– Tempat tumbuh sampai dengan ketinggian mencapai 750 m dpl.
– Penyebarannya di Lombok, Flores dan Sumbawa

Perbanyakan Bibit.
Perbanyakan bibit dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu generative (Biji dan Cabutan) dan vegetative (cangkok, stek pucuk dan stek batang). Gaharu mempunyai musim berbuah antara bulan Agustus-Desember.

Teknik Inokulasi
Inokulasi adalah memasukan bibit gubal gaharu atau cendawan atau mikroba de dalam batang atau akar agar merangsang dan mempercepat terbentuknya gubal gaharu. Proses inokulasi dapat dilakukan dengan cara (a) melukai bagian batang pohon, (b) menyuntikkan mikroorganisme jamur Fusarium, (c) menyuntikan oli dan gula merah, atau dengan (d) memasukan potongan gaharu ke dalam batang tanaman.
Batas minimal suatu pohon dapat di inokulasi ditandai dengan pohon yang sudah mulai berbunga. Pohon tersebut biasanya berumur 4-7 tahun, dengan diameter minimal 10 cm. Inokulasi jika tidak dilakukan secara hati-hati dapat menyebabkan kematian pada tanaman gaharunya.

IMG_0007
Adapun tahapan-tahapan teknik pengembangan Inokulan diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Pilih pohon gaharu alami yang sudah terinfeksi mikronba penyakit pembentuk gaharu. Ambil potongan cabang atau kupasan batang pohon gaharu terpilih. Potongan cabang atau kupasan batang ini disebut “Preparat”.
2. Bawa preparat tersebut ke Laboratorium dan upayakan agar suhu dan kelembabannya tetap terjaga dengan cara dimasukan dalam kotak es. Kembangkan spora dari preparat cabang dan atau batang tersebut di dalam media agar untuk diidentifikasi jenis mikrobanya sebagai biakan murni.
3. Selanjutnya kembangkan spora dan miselium biakan murni tersebut ke dalam media padat seperti serbuk gergaji pohon gaharu atau dalam media cair yang telah berisi unsur makro dan mikro sebagai energy hidup.
4. Masukkan media spora kedalam incubator pembiakan dan kondisikan suhu dan kelembaban incubator pembiakan tersebut pada keadaan optimal, yaitu suhu 24-32°C dan kelembaban 80%. Biarkan sekitar 1-2 bulan.
5. Tempatkan spora yang sudah dibiakkan tersebut kedalam wadah berupa botol kaca, botol plastik atau botol infuse bekas.
6. Simpan botol dalam freezer incubator. Inokulan ini sudah siap diinokulasikan ke tanaman gaharu. Teknik inokulasi dengn inokulan terhadap pohon gaharu berbeda beda sesuai dengan bentuk inokulannya.
Persiapaan Inokulasi
1. Pengadaan perlengkapan lapangan berupa bor listrik dengan mata bor berukuran 0,3-1,0 cm yang dapat dan mudah dibawa, glenset, blender, alat suntik, spidol, alat ukur, alcohol, corong serta lilin/malam untuk menutup lubang bor dll.
2. Mengukur jarak lubang satu dengan yang lainnya adalah 10 cm vertical dan jarak horisontalnya 1/3 diameter pohon.
3. Pengadaan Inokulan yang cukup dengan asal isolate penyakit dari daerah setempat atau yang sesuai dan cocok.
4. Penetapan jenis, penomoran pohon dan regristrasi/catat jumlah pohon yang akan diinokulasi.
Pelaksanaan Inokulasi/Penyuntikan
1. Batang yang akan disuntikkan diukur terlebih dahulu dan diberi tanda dengan spidol. Jarak lubang pertama adalah 20 cm dari permukaan tanah.
2. Jarak antar satu lobang ke lubang lainnya adalah 10 cm vertical dan jarak horisontalnya sekitar 1/3 diameter batangnya.
3. Tangan, mata bor dan lubang bor disterilkan dengan alcohol.
4. Lubang bor dibuat di setiap 1/3 lingkaran pohon, setiap pemboran satu lubang selesai segera mata bor disterilkan dengan kapas atau kain lap yang telah dibasahi dengan alcohol.
5. Arah lubang miring sekitar 30° kearah tanah.
6. Kedalaman bor adalah 1/3 diameter pohon. Jadi seandainya diameter pohonnya 10 cm maka kedalamn bornya sekitar 2-3 cm. Jika terlalu dalam lubang bornya maka dapat menyebabkan kematian pada tanaman.

7. Bibit gubal gaharu dimasukan ke dalam lubang dan jangan sempat lubang menjadi kering.
8. Bibit gubal dimasukan sampai lubang penuh.
9. Lubang yang telah terisi bibit gubal segera ditutup dengan lilin lunak atau glutek. Usahakan agar air hujan tidak masuk ke lubang tersebut. Sekali sebulan penutup lubang perlu di control agar tak ada kerusakan atau kebocoran.

IMG_0008
Evaluasi Pasca Pelaksanaan Penyuntikan
Untuk mengetahui keberhasilan penyuntikan, maka diperlukan evaluasi setelah 1 sampai 3 bulan dengan cara sebagai berikut:

IMG_0009

1. Pilih secara acak 3 pohon gaharu yang telah disuntik.
2. Tepat diatas atau dibawah tempat penyuntikan dibor lagi.
3. Kayu hasil pengeboran diperiksa perubahan warnanya. Bila warna kayu menjadi coklat, dan bila dibakar berbau wangi maka ini tandanya inokulasi/penyuntikan berhasil.
4. Bila hasil pengeboran berwarna putih, dan bila dibakar tidak ada mengeluarkan aroma harum tandanya penyuntikan tidak berhasil.
5. Bila belum berhasil, dievaluasi lagi setelah 3 bulan kemudian. Bila pada saat itu juga belum berhasil maka harus disuntik ulang.
Teknik Pemanenan
Produksi gubal gaharu mulai terbentuk setelah 1-3 bulan penyuntikan dengan tanda-tanda pohon tampak meraana, dedaunan menguning dan rontok, kulit batang rapuh, jaringan kayu berwarna coklat tua dan mengeras, dan jika dibakar akan mengeluarkan aroma khas mirip kemenyaan. Gaharu dapat dipanen 2-4 tahun kemudian. Jumlah produksi gubal gaharu dapat beragam tergantung kualitas produknya dengan rata-rata 2 kg per pohon.

IMG_0011

Pemanenan secara total dilaksanakan dengan cara penebangan dan menggali akarnya karena secara fisik pohon penghasil gaharu tersebut sudah mati atau terinfeksi karena telah terbentuk gaharu pada batang pohon tersebut. (J3LP)

AGAR DURIAN BISA BERBUAH DI LUAR MUSIM

Durian (Bombacaceae, sp) biasanya hanya berbunga satu kali dalam setahun, makanya ada yang namamnya musim durian. Namun saat ini teknologi pertanian telah maju sehingga kita bisa membuat durian berbuah diluar musimnya.  Kalau durian kita berbuah pas lagi tidak musim dijamin harga akan tinggi. Durian merupakan salah satu produk hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan berpotensi untuk pasar dalam negeri maupun pasar dalam negeri maupun pasar ekspor. Tanaman durian biasa dijumpai di hutan Malaysia, Sumatera dan Kalimantan yang berupa tanaman liar.
Beberapa jenis varietas durian terkenal adalah : durian sukun (Jawa Tengah), petruk (Jawa Tengah), sitokong (Betawi), simas (Bogor), sunan (Jepara), otong (Thailand), kani (Thailand), sidodol (Kalimantan Selatan), sijapang (Betawai) dan sihijau (Kalimantan Selatan).
Buah durian mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi. Tiap 100 g buah durian mengandung 2,5 g Protein, 601 mg Kalium, 2,5 g Lemak, 28,3 g Karbohidrat, 44 mg Fosfor, 57 mg Vtamin C, 175 SI Vitamin A, 0,27 mg thiamin, 0,29 mg riboflavin, 134 energi, 1,3 besi dan 67 g air.
Di Indonesia durian dipanen musiman, bila sedang panen raya harga buah durian menurun bahkan harganya sangat murah (Rp. 2000,-/buah). Pada waktu tidak musim buah sulit ditemukan dipasaran, kalaulah ada buah durian harganya lebih mahal (Rp. 25.000,- sampai 75.000,-/buah). Pasokan pemaran durian di Indonesia umumnya tinggi dari bulan Desember hingga bulan Maret sedangkan bulan April hingga bulan Nopember mengalami kelangkaan.
Keadaan seperti ini dari segi agribisnis tentulah kurang menguntungkan, karena akan akan terjadi fluktuasi harga yang sangat tajam, sedangkan pada awal dan akhir musim panen harganya menjadi sangat tinggi.
Pemilihan Teknologi Pembuatan Durian Di Luar Musim
Berbagai Teknologi pembuahan Durian diluar musim yang ada sejak jaman nenek moyang kia dulu hingga kini dilakukan dengan cara mekanis dan dengan cara kimia pertanian anara lain :
a.       Cara Mekanis
  • Kerat
  Mengerat pembuluh floem (kulit pohon) melingkar sepanjang lingkaran pohon dengan lebar kurang lebih 1 cm sampai kelihatan pembuluh xylem (kayu pohon) kemudian dibalut menggunakan sholatib atau bahan lainnya untuk menutupi keratin agar tidak kering dan tidak mati.
  • Pruning
  Memangkas daun, cabang dan ranting, hingga pohon gundul atau tersisa sedikit daun.
  • Pelukaan
  Melukai pembuluh floem dengan benda tajam. Bentuknya bias dengan mengerok, mencacah, memaku dan mengiris kulit kayu.
  • Pengikatan
 Mengikat erat pohon dengan kawat hingga transport hasil fotosintesa pembuluh floem terhambat.
  • Stressing air
Tidak menyiram tanaman hingga mencapai titik layu permanen, kemudian dengan tiba-tiba melakukan penggenangan perakaran dan pangkal batang hingga jenuh air dalam waktu tertentu.
Cara mekanik tersebut pada prinsipnya adalam merubah perbandingan unsure carbon (C) dan nitrogen (N) dalam tubuh tanaman. Cara ini memunyai kelemahan yaitu tak terukur. Kalau aplikasinya kebetulan pas berhasil, tapi kalau tidak pas bias gagal.
b.     Cara Kimia
Cara membuahkan buah diluar musim yang terukur dan yang paling banyak dipilih adalah dengan menggunakan agro-chemical (kimia Pertanian), berupa bahan aktif zat pengatur tumbuh (ZPT). Teknologi agro-chemical ini merubah fisiologis tanaman dengan cara menghambat fase pertumbuhan vegetative dengan peran hormone atau senyawa kimia tertentu, agar muncul fase generative (bunga dan buah).
Bahan aktif ZPT yang daoat dibeli dan dipergunakan untuk membuahkan durian diluar musim diantaranya; kimia pertanian (NA, Auxin, dan Paklobutrazol). ZPT tersbut bias dibeli ditoko pertanian/took bahan kimia.
Cara kerja ZPT kimia pertanian antara lain :
  •  Natrium NAA (Naphthyl Acetic Acid / Asam Naftali Asetat), merupakan jenis ZPT yang mempunyai kegunaan mendorong pembungaan serempak pada tanaman. Dengan konsentrasi 5-10 ppm yang disemprotkan pada waktu pagi hari (jam 06.00 – 10.00) ke seluruh bagian tanaman batang ranting dan erutama stomata daun terbukti dapat memunculkan bunga).
  •  Auxin secara khusus jarang diperdagangkan dengan merk dagang tertentu, karena harganya per milligram yang sangat mahal. Auxin digunakan dalam dosis kecil, part per million (ppm), berfungsi untuk merangsang perpanjangan sel, pembentukan bunga dan buah, pertumbuhan akar pada stek atang, memperpanjang ttik tumbuh serta mencegah gugur daun dan buah.
  •  Paclobutrazol dipasaran memiliki nama dagang diantaranya Patrol, Cutar, Goldstar. ZPT ini berfungsi menghentikan fase vegetative dan memacu fase generative. Penggunaan secara berlebihan dapat mengakibatkan, batang dan dahan getas/kropos, daun mengeriting dan pertumbuhan vegetative dapat terhenti (stagnan) hingga kurun waktu 3 tahun. ZPT ini efektif digunakan pada tanaman keras seperti mangga, apel, jambu air, jeruk dan durian.
Pada dasarnya penggunaan ZPT ini dilakukan pada saat tanaman dibuahkan diluar musim dengan memastikan kondisi tanaman tidak akan kekurangan nutrisi yang dibutuhkan.
Sebagai contoh aplikasi pembuahan durian diluar musim adalah penggunaan ZPT Natrium NAA (Naphthyl Acetic Acid/Asam Naftali Asetat), yang mempunyai kegunaan mendorong pembungaan serempak pada tanaman. Sebelum ZPT disemprotkan, kira-kira 3 bulan sebelumnya tanah areal penanaman harus dikeringkan. Jika pada waktu pengeringan turun hujan, tanah disekeliling tanaman pada radius 5-7 meter diberi mulsa dan dibuatkan saluran pembuangan air.
Tanaman buah durian yang sehat, ditandai percabangan merata, daun berwarna hijau tua mengkilat dan tidak terserang hama atau penyakit. Tanaman sudah cukup umur atau sudah berbunga. Tanaman utama tidak dalam fase pertumbuhan tunas tanaman dan daun baru (pupus).
Cara kerja zat perangsang Tumbuh Natrium NAA (Naphthyl Acetic Acid / Asam Naftali Asetat) dengan menagtur pembungaandi setiap pohon durian perblok. Jika menginginkan panen durian bulan Agustus – November, maka sekitar bulan Maret Tanaman pada blok disemprotkan Natrium NAA (Naphthyl Acetic Acid / Asam Naftali Asetat) dengan konsantrasi 5-10 ppm per pohon pada waktu pagi hari (jam 06.00 – 10.00) dengan cara ;
  • Disemprotkan ke seluruh bagian tanaman batang ranting dan terutama stomata daun.
  • Disemprotkan secara merata pada tanaman sehat, ditandai dengan munculnya tunas bunga pada percabangan, dibagian bawah daun yang berwarna hijau tua mengkilat dan tidak sedang terserang hama atau penyakit.
  • Disemprotkan secara merata pada tanaman dan pada bunga di percabangan.
  • Disemprotkan keseluruh bagian cabang dan daun yang tersisa.
Sumber : Bisnis Hobi Tanaman dan Pertanian. com

Air laut menghangat, ikan tropis terancam

New York (ANTARA News) – Menghangatnya laut yang konon akibat perubahan iklim membawa ancaman bagi ikan yang hidup di dekat khatulistiwa.

Peneliti di Australia mengamati reaksi enam spesies ikan tropis terhadap suhu laut yang meningkat 2-3 derajat Celsius di habitat mereka.

Hasil penelitian mereka menunjukkan semakin hangat suhu, semakin sulit ikan berenang, mencari makan, menghindari predator, dan bereproduksi.

“Organisme yang hidup di garis lintang ekstrem dekat ekuator umumnya lemah terhadap suhu karena mereka berevolusi dalam suhu yang tidak banyak turun-naik,” kata Jodie Rummer, peneliti dari James Cook University, Queensland, seperti yang dikutip dari LiveScience.

Salah satu spesies yang tidak disebutkan dalam penelitian itu, bahkan tidak dapat bertahan di suhu 34 derajat Celsius.

“Kami duga,  ketika laut menghangat di area dekat khatulistiwa, ikan ini akan kehilangan kemampuannya bila tidak beradaptasi, normalnya naik-turun suhu itu 2-3 derajat Celcius setiap tahun tapi  kini semakin besar perubahannya,” kata Rummer.

Ikan yang diteliti umumnya berada di suhu 29-31 derajat Celsius.

Peneliti melihat perilaku ikan-ikan tersebut dengan menambah suhu air secara bertahap menjadi 33 dan 34 derajat Celsius.

Setelah beberapa pekan, peneliti mengukur kadar konsumsi oksigen ikan tersebut ketika mereka diam dan berenang.

Tim peneliti menemukan bahwa suhu yang lebih hangat  membuat ikan lebih sulit berenang serta sulit istirahat.

“Di air yang hangat, mereka memerlukan lebih banyak energi untuk bertahan,” katanya.

Bila ikan tidak beradaptasi, mereka cenderung akan pindah ke area lain yang tidak begitu hangat.

Perpindahan itu dapat mempengaruhi populasi manusia yang hidup di sekitar perairan tersebut.

Sumber :antaranews.com

Realisasi Minapolitan di Ambon Capai 100 Persen

Realisasi program minapolitan di kota Ambon tahun 2013 mencapai 100 persen dari target yang yang ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Realisasi pelaksanaan program minapolitan untuk seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) kementerian di daerah mencapai 100 persen, dalam rangka menunjang perikanan di Ambon,” kata Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Ambon, Nanda Louhenapessy, Selasa (11/2).

Menurut dia, pihaknya telah mengirimkan laporan ke sekretaris Jendral (Sekjen) Direktorat Kelautan Pesisir dan Pulau- Pulau Kecil ( KP3K) berupa buku realisasi dan evaluasi program minapolitan tahun 2013.

Instansi terkait, seperti Dinas PU telah merampungkan pembangunan jalan akses nelayan ke Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) desa Eri dan kawasan sekitar pesisir di kecamatan Nusaniwe, Dinas kesehatan telah membangun Puskesmas, serta Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) telah melakukan pemberdayaan dan pelatihan bagi kelompok perempuan.

“Sedangkan instansi lainnya juga telah melakukan tugas sesuai tupoksi, kami berharap realisasi tersebut dapat ditindaklanjuti oleh setiap SKPD untuk meningkatkan industri perikanan,” katanya.

Langkah selanjutnya, kata Nanda Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan Bank Indonesia (BI) Ambon guna pemberdayaan masyarakat.

“Kontribusi yang diberikan BI berupa pendampingan pelatihan teknis bagi nelayan sebagai bentuk pemberdayaan, pelatihan di bidang kelautan dan perikanan, agar kedepan nelayan dapat mengelola dan memasarkan hasil perikanan,” ujarnya Ia mengakui, industrialisasi perikanan bertujuan untuk menciptakan nilai tambah bagi nelayan.

Langkah ini dimulai dengan memberikan perhatian bagi nelayan dan penjual ikan asap di desa Galala, kecamatan Sirimau, kota Ambon guna menambah nilai jual.

Industri perikanan minapolitan, akan berdampak pada peningkatan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan nelayan.

“Bila dulu hasil tangkapan ikan langsung dibawa ke luar daerah atau luar negeri dalam bentuk utuh, tetapi saat ini harus dioleh menjadi produk untuk meningkatkan nilai jual,” katanya.

KKP, kata Nanda memulai program di Ambon yakni mengembangkan PPI Eri sebagai zona pengembangan, dengan melakukan reklamasi pantai.

Selain itu KKP juga menyediakan coldstorage, pabrik es, di PPI Erie guna proses penyimpanan hasil perikanan.

Kawasan inti Minapolitan yakni di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di kawasan Tantui, kecamatan Sirimau. Sedangkan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Desa Eri dijadikan kawasan penyangga.

“Lima kecamatan ditetapkan sebagai zona pengembangan meliputi Kecamatan Nusaniwe yang ditetapkan sebagai kawasan minapolitan tangkap serta Kecamatan Baguala dan Leitimur Selatan budidaya, Sedangkan untuk pengolahan dan pemasaran hasil perikanan tangkap budidaya di Desa Galala, Kecamatan Sirimau” katanya. (ant/tm)

Sumber : Tribunmaluku.com

Ikan Tuna, Sipencegah Stroke Dan Jantung

yellowfin-tuna-carey-chen

Ikan Tuna adalah salah satu makanan yang disukai semua orang dari anak-anak hingga orang tua.  Ikan yang rasanya lezat dan tergolong mudah dalam pengolahannya ini dapat disajikan dalam berbagai cara untuk memenuhi setiap selera.

Segar atau kalengan, ikan tuna tersedia sepanjang tahun dan dapat dinikmati.  Ahli nutrisi menganjurkan dengan mengkonsumsi setidaknya dua porsi minyak ikan seminggu sehingga tubuh dapat memperoleh Omega 3 asam lemak esensial yang dibutuhkan untuk kesehatan yang diantaranya diperoleh dari ikan tuna.  Berikut adalah manfaat kesehatan dari ikan tuna.

Mencegah Stroke

Makan ikan tuna dipanggang atau dibakar dapat menurunkan risiko stroke hingga 27%, bila dikonsumsi dengan teratur.  Tapi, jangan sekali-kali mengolahnya dengan cara menggoreng karena hal itu justru akan memicu stroke.

 Baik untuk jantung

Omega 3 asam lemak dalam ikan tuna membantu menstabilkan tekanan darah dan meningkatkan kadar kolesterol “baik” HDL.  Omega 3 juga membantu mengatur irama jantung yang tidak teratur dan mengurangi risiko terjadinya pembekuan darah dalam arteri, sehingga mengurangi risiko penyakit jantung koroner.  Tuna juga kaya selenium, antioksidan yang melindungi terhadap penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.

Perlindungan terhadap DVT

Karena sifat anti pembekuan, ikan tuna dapat membantu mencegah timbulnya Deep Vein Thrombosis (DVT).  Ini adalah kondisi yang menyakitkan dan berpotensi serius, dimanifestasikan oleh pembengkakan di pembuluh darah dalam kaki dan panggul.

Anti-inflamasi

Karena sifat anti-inflamasi Omega 3 asam lemak, ikan tuna dapat membantu meringankan gejala rematik dan kondisi peradangan kronis.

Baik sumber protein

Protein sangat penting untuk sel, pembaharuan pertumbuhan dan perbaikan.  Ikan tuna mengandung protein densitas tinggi dan membuat untuk sehat, rambut kulit dan kuku.

Bagus untuk menurunkan berat badan

Karena kandungan protein yang tinggi, tuna meningkatkan metabolism dan membantu membakar lemak tubuh, yang keduanya adalah asset tak ternilai untuk berat badan dan pemeliharaan.

Semua ika baik untuk otak, ikan dapat membantu mengangkat suasana hati, sehingga mengurangi gejala depresi.  Hal ini juga bisa menangkal gejala Alzheimer, dan meningkatkan fungsi otak.

Perlindungan terhadap kerusakan akibat sinar matahari

Ikan tuna tinggi vitamin D – vitamin sinar matahari.   Karena itu, ikan tuna dapat melindungi terhadap kerusakan akibat sinar matahari pada kulit, termasuk sinar matahari dan kanker kulit.

 (Sumber : Rubrik Health & Safety majalah KOKOH edisi oktober 2013)

PENYULUH CERDAS PETANI DAN NELAYAN SEJAHTERA

Penyuluhan yang dikenal  masyarakat secara umum  merupakan istilah yang diadopsi  dari  kata  extension  yang diartikan sebagai suatu  sistem pendidikan dibidang pertanian.       Sementara,   kegiatan  penyuluhan  pertama  kali  diterapkan di Inggris dan diajarkan oleh seorang Dosen di Universitas Cambridge yang menaruh perhatian cukup besar pada sejumlah warga masyarakat yang tidak memperoleh pendidikan melalui bangku kuliah. Sistem pendidikan tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan berbagai materi pelajaran dan pengetahuan kepada warga masyarakat yang tidak memperoleh pendidikan formal. Dengan demikian sistim penyuluhan kemudian berkembang dan dikenal di Amerika dan beberapa negara lainnya  termasuk Indonesia  dan selanjutnya berdasarkan undang-undang Smith-Lever pada tahun 1914 dinyatakan bahwa penyuluhan pertanian adalah pendidikan         non formal.

 

 Dari aspek Sejarah Penyuluhan yang berkembang di Indonesia ada benarnya perlu diketahui dan sebagai referensi.  Pada awalnya kegiatan penyuluhan dimulai dengan membuat kebun percontohan yang didalamnya ditanam berbagai aneka tanaman kayu-kayuan dan sekaligus difungsikan sebagai lokasi Budidaya tanaman pertama di Indonesia melalui kegiatan (Demplot) yang kemudian dikenal dengan Kebun Raya Bogor yang dibuat tahun 1918, (Reinwardt, 1917). Hal tersebut,  merupakan momentum awal bangkitnya penyuluhandi Indonesia. Sesuai dengan Sila ke Lima dari Pancasila disebutkan bahwa Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, demikian pula dalam Undang-Undang Dasar 1945 antara lain, Negara berkewajiban mencerdaskan kehidupan Bangsa. Tugas mencerdaskan harus di jalankan  secara adil dan diwujudkan dalam  penyelenggaraan  Pendidikan untuk seluruh Rakyat Indonesia, baik melalui pendidikan formal maupun non formal.  Sayangnya  perkembangan  Penyuluhan di negeri ini masih bercampur aduk dengan kepentingan politik.  Hal ini, terbukti dengan banyaknya produk impor hasil.  Tanpa bermaksud menyalahkan berbagai pihak namun yang terjadi kebijakan tersebut telah merugikan rakyat dan yang diuntungkan justru kelompok tertentu akibatnya petani kecil  makin terpinggirkan dan bertambah miskin dan terpaksa menguras sumberdaya alam hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup semata seakan menjadi sampah manusia akibat tekanan ekonomi yang tanpa perubahan.  

             Nampaknya belakangan ini kemajuan Teknologi dan  arus Globalisasi  telah memberikan banyak kontribusi terhadap  pertumbuhan dan perkembangan pembangunan daerah.  Terkait perkembangan yang ada ternyata menggugah kita untuk lebih kreatif menggali dan mengelola potensi sumber daya alam  secara berkelanjutan agar bisa menopang pembangunan pertanian di daerah. Karena itu, Untuk itu, sektor pertanian dan perikanan diharapkan dapat menjadi potensi unggulan daerah Maluku kedepanya, dan secara umum kedua sektor tersebut sudah seharusnya menjadi Pilar baru bagi pembangunan ekonomi masyarakat Provinsi Maluku. Dengan demikian, kegiatan Penyuluhan merupakan hal yang sangat essensial dan merupakan penopang  pembangunan ekonomi masyarakat dalam mendukung terwujudnya masyarakat Maluku yang Maju, Mandiri, adil dan sejahtera.  Kondisi tersebut,  menjadikan  Peran  Penyuluh di  daerah  menjadi sangat strategis   dalam   mendorong tumbuhnya sektor pertanian yang kuat, berkelanjutan dan merata di daerah.  Jika kita belajar pada perjalanan sejarah penyuluhan selama ini maka, sudah seharusnya perekonomian masyarakat Tani dan Nelayan,  mengalami pertumbuhan  yang cukup pesat dan  sejahtera namun kenyataanya berbeda justru perumbuhan sektor pertanian terkesan lamban bahkan cenderung melemah dibandingkan sektor lainnya akibatnya pekerjaan di sektor pertanian menjadi diabaikan dan dianggap oleh sebagian  orang sebagai pekerjaan yang  kurang bergengsi atau  menjanjikan.

 

Peran strategis penyuluh.

 

 Harus diakui bahwa, kontribusi dan kerja keras penyuluh secara perlahan telah berhasil menciptakan pergeseran orientasi pandang masyarakat terhadap pemanfaatan potensi sumber daya alam sektor pertanian dan perikanan, kini mengalami berbagai kemajuan meskipun masih dijumpai ada beberapa kekurangan dalam proses pelaksanaan dilapangan. Disadari  bersama bahwa  sejak  Otonomi Daerah dan pelimpahan kewenangan  dari  Pemerintah Pusat kepada daerah, aktivitas Penyuluhan dapat dikatakan sedikit mengalami hambatan.  Mengapa demikian? Boleh jadi penyuluhan  yang dilaksanakan selama ini  kurang berjalan dengan baik tentunya disebabkan oleh beberapa hal antara lain;

1),Minimnya perhatian Pemerintah daerah terhadap pengembangan  sektor pertaniandan perikanan terbukti masih adanya program yang tidak sesuai kebutuhan masyarakat.

2),Rendahnya dukungan biaya oprasional  maupun sarana prasarana penyuluhan oleh Pemerintah daerah/pusat pasca Otonomi daerah. 

3), Kurangnya Perhatian pemerintah terhadap peningkatan SDM  petani dan penyuluh.

4),Belum tersedianya informasi yang memadai bagi petani mulai aspek budidaya, pengolahan hasil, pemasaran hasil dan lainnya. 

Bagaimanapun pemberdayaan petani akan lebih efektif bila dilakukan melalui     kelompok tani. Karena merupakan wahana pembelajaran bersama dan tempat saling berbagi  informasi. Dari data BPS menyebutkan bahwa distribusi penduduk miskin di daerah pedesaan tahun 2011 sebesar        15,72 persen masih lebih tinggi jika dibandingkan tingkat kemiskinan di daerah perkotaan sebesar 9,23 persen.  Padahal penduduk miskin di perdesaan umumnya bekerja di sektor pertanian, hal ini mendorong pemerintah untuk segera melakukan pembenahan dan Reformasi  sistim penyuluhan agar  kegiatan  penyuluhan dapat   tertata dengan lebih baik dan  optimal sebagai suatu sistem pendidikan non formal yang mampu memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Dengan harapan ativitas Penyuluhan nantinya akan berkembang menjadi kebutuhan Masyarakat  Petani dan Nelayan, Dunia Usaha, Pemerintah dan sekaligus memberikan berbagai keuntungan  bagi Penyuluh.

 

 Harus diakui pula bahwa, pembenahan sistim  penyuluhan sesungguhnya merupakan bagian penting dalam pembangunan  sektor pertanian. Dikatakan penting karena fungsi yang diembanya cukup strategis dalam mendukung pembangunan di berbagai sektor yang pada gilirannya untuk meningkatkan  kesejahteraan rakyat.  oleh  karena itu, sistem  penyuluhan yang dilaksanakan  kedepanya diharapkan mampu mendukung upaya-upaya pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pengentasan kemiskinan, pengangguran dan peningkatan peran serta masyarakat secara aktif dalam pembangunan. Untuk menunjang fungsi tersebut diperlukan  suatu perencanaan Penyuluhan yang  terukur sehingga dapat memproyeksikan berapa besar pertumbuhan  perekonomian  masyarakat secara keseluruhan baik pada masa sekarang maupun  yang  akan datang.  Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terpadu, berkelanjutan dan memiliki Daya saing agar penyuluh menjadi SDM pemberdaya masyarakat.Dari penjelasan tersebut nampak bahwa pengembangan metodologi penyuluhan sekarang ini mestinya lebih berorientasi kepada klien, menguntungkan dan merupakan hal baru,  sesuai  kebutuhan pasar dan  potensi  daerah.  Dengan demikian,  yang mesti dilakukan sebagai Penyuluh  profesional dan Mandiri, tentunya diperlukan kerja nyata danmampu  memberi contoh tanpa harus bicara.  Disis lain, diperlukan juga perilaku yang baik dan kemampuan serata kompetensi diri   yang andal dalam membuat  perencanaan   dengan pendekatan wilayah untuk memunculkan spesifikasi dan  Produk Unggulan Lokal  daerah yang diharapkan dapat berpengaruh luas dalam mendorong perbaikan ekonomi keluaraga dan berdampak  bagi pertumbuhan sector-sektor lain di perdesaan.

 

`Profesionalisme Penyuluh.                                                                                                                      

                Untuk mendukung   Profesionalisme tugas penyuluhan di daerah, diharapkan agar Pemerintah Pusat dan Daerah segera melakukan perbaikan dan  pembenahan sistem penyuluhan dan pengawasan, di berbagai sektor karena tanpa dukungan sistem penyuluhan yang baik dan dukungan sarana dan prasarana penyuluhan yang memadai akan memperlambat keberhasilan. Tentunya semua ini akan berdampak bagi keberhasilan dan  upaya percepatan kemajuan sektor pertanian di daerah. Hal ini,  hanya dapat dilakukan dengan  penyempurnaan dan pengembangan kelembagaan penyuluhan di tingkat PusatProvinsi, Kabupaten/Kota, kecamatan hingga desa antara lain dengan;          

1). Membangun dan  mengembangkan  jaringan   koordinasi   dan   kerjasama  antar   sektor Pusat  maupun   Daerah,  penyuluh  dan   masyarakat   serta   Perguruan   Tinggi    maupun    LSM.

 

2).  Menyempurnakan kelembagaan pelaksana penyuluhan di Kabupaten/Kota.

 

3).  Menggali dan mengembangkan inovasi teknologi tepat guna yang mendukung produksi hasil pertanian.

 

4). Melakukan  perbaikan data dan atau  Pemutahiran data-data Kelembagaan  kelompok      Tanidan Nelayan sehingga dapat diketahui secara jelas jumlah kelompok yang masih aktif.

 

5).  Mengembangkan jaringan kerja dengan pihak-pihak terkait.              

 

5). Pengembangan sistem informasi penyuluhan pertanian melalui penyempurnaan sistem perecanaan, monitoring,evaluasi dan pelaporan serta perbaikan data base materi penyuluhan.

6).  Melengkapi sarana dan prasarana penyuluhan sesuai kebutuhan di lapangan.  

Hal ini dimaksudkan  untuk  menghindari  adanya  rekayasa  dan atau manipulasi data yang berkelanjutan di daerah dan sekaligus menjadi acuan bagi Pemerintah Daerah untuk membuat Perencanaan dan kebijakan baru dengan tepat dan sesui kebutuhan masyarakat.Jika kita jujur mengatakan bahwa yang terjadi selama ini justru pembentukan  Kelompok Tani dan Nelayan terkesan sarat kepentingan dan orientasi hannya pada proyek sehingga  masyarakat kurang merasakan manfaatnya,  bahkan  yang terjadi adalah  kepentingan  proyek lebih dominan. Bahkan tidak dipungkiri lagi bahwa,  terkadang dijumpai disatu desa memiliki beberapa  kelompok Tani dan Nelayan yang merupakan kelompok yang baru dibentuk sedangkan  anggotanya terdiri dari   orang-orang yang sama. Disamping itu ada juga  kelompok tani-nelayan yang orangnya  sudah tidak lagi berada didesa tersebut tetapi keanggotaanya tetap terdaftar sebagai anggota di satu kelompok,   yang membedakan hannya terletak pada komposisi pengurusnya saja yang bertukar peran sebagai ketua dan sekretaris ataupun merupakan bagian dari kelompok yang baru dibentuk guna  memenuhi kepentingan suatu kegiatan di desa.   

Kondisi tersebut merupakan gambaran umum dan potret buram sistim penyuluhan  yang berjalan selama ini. Agar masalah tersebut  tidak  terulang lagi, perlu  adanya perhatian  dan  langkah tegas   Pemerintah  untuk membenahi dan menata ulang sistim penyuluhan ini supaya lebih baik dan masyarakat bisa sejahtera. Untuk mengatasi masalah tersebut, menurut penulis diperlukan sebuah komitmen yang sungguh dari  Pemerintah Pusat dan Daerah maupun segenap Stakeholders untuk  bersama-sama membenahi kembali sistem penyuluhan di daerah   secara berjenjang, sehingga penyuluhan dapat kembali Berdaya guna dan berhasil guna,   dan sekaligus menjadikan sektor Pertanian dan perikanan sebagai Pilar baru  pembangunan di Maluku. Pada kenyataanya  untuk memperbaiki kondisi tersebut, bukan saja merupakan tanggung jawab daerah tetapi juga penyuluh. Dan sebagai langkah awal yang harus dilakukan sebagai seorang penyuluh profesional adalah  dengan membuat rencana penyuluhan yang baik termasuk didalamnya membuat Pelaporan Penyuluhan  sebagai tolak ukur keberhasilan dan merupakan bentuk pertanggungan jawab adminstrasi penyuluhan di lokasi tugas bersangkutan. Kegiatan yang  dimaksud meliputi  penyusunan dan pembuatan Programa di tingkat desa sebagai acuan bagi pembuatan Rencana Kerja Tahunan, yang didalamnya memuat Materi, Metode, Teknik-teknik Penyuluhan dan Pelaporan, yang dilengkapi dengan  buku  pertemuan kelompok Tani-Nelayan sebagai bukti konkrit dan profesionalisme penyuluh.  

Peran  Penyuluh.

Sebagai upaya mendukung terselenggaranya sistem penyuluhan yang lebih baik diperlukan sebuah langkah nyata pemerintah baik Pusat maupun Daerah untuk  membenahi sistem penyuluhan yang ada, diantaranya dengan meningkatkan fungsi Pengawasan terhadap kinerja penyuluh yang dilakukan secara berjenjang oleh Dinas/Badan dan Instansi terkait            di daerah Kabupaten/Kota dalam rangka memperbaiki kinerja penyuluh, dan peningkatan  efektifitas   kerja  penyuluhan sehingga dapat  terukur dan lebih   terarah.   Dengan harapan penyuluhan  kedepan nantinya dapat memberikan hasil dan manfaat yang nyata,

 bagi perubahan dan perbaikan  sistem penyuluhan. Oleh karena itu setiap Penyuluh diharapkan mampu membangun kemampuan diri sebagai seorang Konsultan perencana yang cerdas serta mampu mengembangkan daya nalar, mengidentifikasi, menganalisa dan menyusun Rencana Pembangunan Wilayah yang Rasional, terencana, termasuk pemecahan masalah  dan memiliki kemampuan  menggali potensi wilayah bagi pengembangan usaha Petani dan Nelayan.      Dengan demikian maka harapan untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran di Maluku dapat terwujud. Untuk itu, diperlukan  persiapan dan strategi penyuluhan yang terencana dan Partisipatif, serta memperhatikan Etika dan Falsafah Penyuluhan agar melalui proses bimbingan atau pendampingan dapat berdampak positif terhadap pembangunan dan mampu mengantarkan pembaharuan  pola pikir masyarakat yang Lebih Maju, Mandiri dan Berdaya SaingDaerah.

 Hal tersebut akan tercapai apabila  Pengambil kebijakan di pusat dan daerah memiliki komitmen bersama yang kuat untuk meningkatkan kemampuan kerja penyuluh di masyarakat, melaui Balai Penyuluhan sebagai kelembagaan yang strategis dalam menjangkau sasaran penyuluhan.  Selain itu, penyuluh diharapkan lebih kreatif misalnya dengan  membangun     pusat-pusat Percontohan usaha Tani dan Nelayan  baik pada lahan/lokasi milik penyuluh maupun anggota kelompok Tani/Nelayan Binaan agar nantinya dapat berkembang menjadi media penyuluhan dan sentra percontohan pengembangan teknologi pertanian/Perikanan                       di pedesaan.  Selanjutnya dapat memberi dampak langsung bagi perbaikan dan peningkatan usaha sekaligus berfungsi sebagai Pos penyuluhan Desa Terpadu (POSLUHDESPADU),  yang dibangun atas dasar kepentingan dan kebutuhan bersama dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat Pedesaan yang lebih baik.  Dengan begitu,  keberadaan Balai Percontohan di kecamatan tidak saja menjadi pusat percontohan tetapi sebaliknya dapat di fungsikan sebagai  sentra Pertemuan bagi Para Penyuluh,  Pelaku Utama, Pelaku Usaha di Kecamatan untuk bersama-sama menyusun rencana penyuluhan  terpadu dengan menggunakan metode partisipatif sebagai upaya menjawab berbagai kebutuhan masyarakat perdesaan dalam memperbaiki pola usaha di sektot pertanian dan Perikanan.

Pembentukan Bakorluh

Dengan ditetapkannya Undang-Undang nomor 16 tahun 2006 tentang Sistim Penyuluhan Pertanian,Perikanan dan Kehutanan sesungguhnya dimaksudkan agar terselenggarnya sistem pelayanan publik yang berkualitas baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Sejalan      dengan itu, maka pemerintah Provinsi Maluku  membentuk sebuah Badan baru dengan nama  BAKORLUH (Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan),        Provinsi Maluku dan selanjutnya diikuti dengan pembentukan BAPELLUH (Badan pelaksana penyuluhan), di Kabupaten/Kota maupun Balai Penyuluhan (BP) di Kecamatan, POSLUHDESPADU (Pos Penyuluhan Desa Terpadu), yang oleh penulis diberi tambahan nama terpadu sebagai wujud kebersamaan lintas sektor dalam memberikan tugas penyuluhan      kepada masyarakat. Seperti yang diketahui bahwa saat ini,  kegiatan   penyuluhan di Kabupaten / Kota di setiap Provinsi berada dibawah koordinasi BAKORRLUH yang  sekaligus sebagai Pangayom bagi Para Penyuluh di daerah.  Untuk itu, diharapkan kedepannya  Pemerintah Pusat dan Daerah dapat bersatupadu mewujudkan mimpi yang menjadi harapan kita bersama untuk menyejahterakan Masyarakat perdesaan melalui perbaikan dan peningkatan Sistim Penyuluhan  terpadu yang lebih bai

Penutup

Dari uraian di atas, disimpulkan  bahwa  keberhasilan penyuluhan hanya bisa dilakukan apabila semua pihak mau melakukan perubahan terhadap sistem penyuluhan  antara lain melalui;

1.) Perbaikan dan pemutahiran data Kelompok dan usaha Tani-Nelayan.    

2.) Perbaikan penyusunan Programa dan Rencana kerja Tahunan sesuai kebutuhan masyarakat dan partisipatif

3.) Perbaikan sistem pelaporan yang dilengkapi dengan program aksi jangka pendek yang dibuat   di lokasi kerja masing-masing penyuluh.  

4.)BAPELLUH di kabupaten/kota perlu menyempurnakan sistem perencanaan, Monitoring,   evaluasi berjenjang dan pelaporan di sertai upaya pengembangan sistem informasi  penyuluhan secara lebih baik.  

  5.)Menyempurnakan kelembagaan pelaksana penyuluhan di kabupaten/kota dan mendorong Para Penyuluh untuk lebih cerdas dan  berlatih  agar menjadi SDM Pemberdaya masyarakat      yang andal.

6).Pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat  mengembangkan Teknologi tepat Guna untuk mendukung produksi hasil pertanian/Perikanan dan  menjadikan kedua sektor tersebut sebagai pilar baru pembangunan ekonomi daerah dan peningkatan Pendapatan keluarga menuju  masyarakat sejahtera di Bumi Maluku yang kita cintai bersama.

 Tentu hal ini tidak mudah jika tanpa dukungan masyarakat,  dan semangat kerja ekstra dari Penyuluh dan semua pihak serta disiplin Profesi yg berorientasi pada pekerjaan. Dengan demikian, maka harapan penulis semoga keberadaan Penyuluh  dapat di perhatikan penempatannya agar sesuai potensi unggulan tiap daerah dan  kebutuhan  masyarakat, sehingga keberadaan penyuluh di perdesaan mampu membawa perubahan dan peningkatan pendapatan ekonomi keluarga dan masyarakat, sekaligus mampu mengatasi tingkat kemiskinan dan pengangguran  di Maluku.  Jika demikian maka, sudah saatnya semua pihak untuk  membuka ruang bagi perbaikan  sistim Penyuluhan, agar kedepannya penyuluhan Pertanian, Perikanan dan  Kehutanan  benar-benar  dapat  mendorong  percepatan   pembangunan di daerah dan tumbuhnya peluang kerja/usaha baru melalui sektor informal dan sekaligus dapat mengurangi  terjadinya migrasi tenaga kerja dari desa ke kota-kota dan pertanian tidak lagi dipandang sebagai  penunjang industri semata  tetapi dilihat  sebagai sektor dinamis yang turut menentukan berbagai strategi pembangunan Nasional menuju perbaikan dan kesejahteraan masyarakat  Maluku  tercinta  semoga…          

Peran  Penyuluh.

Sebagai upaya mendukung terselenggaranya sistem penyuluhan yang lebih baik diperlukan sebuah langkah nyata pemerintah baik Pusat maupun Daerah untuk  membenahi sistem penyuluhan yang ada, diantaranya dengan meningkatkan fungsi Pengawasan terhadap kinerja penyuluh yang dilakukan secara berjenjang oleh Dinas/Badan dan Instansi terkait   di daerah Kabupaten/Kota dalam rangka memperbaiki kinerja penyuluh, dan peningkatan  efektifitas   kerja  penyuluhan sehingga dapat  terukur dan lebih   terarah.   Dengan harapan penyuluhan  kedepan nantinya dapat memberikan hasil dan manfaat yang nyata,

 bagi perubahan dan perbaikan  sistem penyuluhan. Oleh karena itu setiap Penyuluh diharapkan mampu membangun kemampuan diri sebagai seorang Konsultan perencana yang cerdas serta mampu mengembangkan daya nalar, mengidentifikasi, menganalisa dan menyusun Rencana Pembangunan Wilayah yang Rasional, terencana, termasuk pemecahan masalah  dan memiliki kemampuan  menggali potensi wilayah bagi pengembangan usaha Petani dan Nelayan.      Dengan demikian maka harapan untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran di Maluku dapat terwujud. Untuk itu, diperlukan  persiapan dan strategi penyuluhan yang terencana dan Partisipatif, serta memperhatikan Etika dan Falsafah Penyuluhan agar melalui proses bimbingan atau pendampingan dapat berdampak positif terhadap pembangunan dan mampu mengantarkan pembaharuan  pola pikir masyarakat yang Lebih Maju, Mandiri dan Berdaya SaingDaerah.

  Hal tersebut akan tercapai apabila  Pengambil kebijakan di pusat dan daerah memiliki komitmen bersama yang kuat untuk meningkatkan kemampuan kerja penyuluh di masyarakat, melaui Balai Penyuluhan sebagai kelembagaan yang strategis dalam menjangkau sasaran penyuluhan.  Selain itu, penyuluh diharapkan lebih kreatif misalnya dengan  membangun     pusat-pusat Percontohan usaha Tani dan Nelayan  baik pada lahan/lokasi milik penyuluh maupun anggota kelompok Tani/Nelayan Binaan agar nantinya dapat berkembang menjadi media penyuluhan dan sentra percontohan pengembangan teknologi pertanian/Perikanan   di pedesaan.  Selanjutnya dapat memberi dampak langsung bagi perbaikan dan peningkatan usaha sekaligus berfungsi sebagai Pos penyuluhan Desa Terpadu (POSLUHDESPADU),  yang dibangun atas dasar kepentingan dan kebutuhan bersama dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat Pedesaan yang lebih baik.  Dengan begitu,  keberadaan Balai Percontohan di kecamatan tidak saja menjadi pusat percontohan tetapi sebaliknya dapat di fungsikan sebagai  sentra Pertemuan bagi Para Penyuluh,  Pelaku Utama, Pelaku Usaha di Kecamatan untuk bersama-sama menyusun rencana penyuluhan  terpadu dengan menggunakan metode partisipatif sebagai upaya menjawab berbagai kebutuhan masyarakat perdesaan dalam memperbaiki pola usaha di sektot pertanian dan Perikanan.

(Jusakh B Sahumena -Pemerhati Penyuluh/Staf BAKORLUH Provinsi Maluku)

 

 

Penyuluhan yang dikenal  masyarakat secara umum  merupakan istilah yang diadopsi              dari  kata  extension  yang diartikan sebagai suatu  sistem pendidikan dibidang pertanian.        Sementara,   kegiatan  penyuluhan  pertama  kali  diterapkan di Inggris dan diajarkan oleh seorang Dosen di Universitas Cambridge yang menaruh perhatian cukup besar pada sejumlah warga masyarakat yang tidak memperoleh pendidikan melalui bangku kuliah. Sistem pendidikan tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan berbagai materi pelajaran dan pengetahuan kepada warga masyarakat yang tidak memperoleh pendidikan formal. Dengan demikian sistim penyuluhan kemudian berkembang dan dikenal di Amerika dan beberapa negara lainnya  termasuk Indonesia  dan selanjutnya berdasarkan undang-undang Smith-Lever pada tahun 1914 dinyatakan bahwa penyuluhan pertanian adalah pendidikan          non formal.

 Dari aspek Sejarah Penyuluhan yang berkembang di Indonesia ada benarnya perlu diketahui dan sebagai referensi.  Pada awalnya kegiatan penyuluhan dimulai dengan membuat kebun percontohan yang didalamnya ditanam berbagai aneka tanaman kayu-kayuan dan sekaligus difungsikan sebagai lokasi Budidaya tanaman pertama di Indonesia melalui kegiatan (Demplot) yang kemudian dikenal dengan Kebun Raya Bogor yang dibuat tahun 1918, (Reinwardt, 1917). Hal tersebut,  merupakan momentum awal bangkitnya penyuluhan                  di Indonesia. Sesuai dengan Sila ke Lima dari Pancasila disebutkan bahwa Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, demikian pula dalam Undang-Undang Dasar 1945 antara lain, Negara berkewajiban mencerdaskan kehidupan Bangsa. Tugas mencerdaskan harus di jalankan  secara adil dan diwujudkan dalam  penyelenggaraan  Pendidikan untuk seluruh Rakyat Indonesia, baik melalui pendidikan formal maupun non formal.  Sayangnya  perkembangan  Penyuluhan di negeri ini masih bercampur aduk dengan kepentingan politik.  Hal ini, terbukti dengan banyaknya produk impor hasil.  Tanpa bermaksud menyalahkan berbagai pihak namun yang terjadi kebijakan tersebut telah merugikan rakyat dan yang diuntungkan justru kelompok tertentu akibatnya petani kecil  makin terpinggirkan dan bertambah miskin dan terpaksa menguras sumberdaya alam hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup semata seakan menjadi sampah manusia akibat tekanan ekonomi yang tanpa perubahan.  

 

             Nampaknya belakangan ini kemajuan Teknologi dan  arus Globalisasi  telah memberikan banyak kontribusi terhadap  pertumbuhan dan perkembangan pembangunan daerah.            Terkait perkembangan yang ada ternyata menggugah kita untuk lebih kreatif menggali dan mengelola potensi sumber daya alam  secara berkelanjutan agar bisa menopang pembangunan pertanian di daerah. Karena itu, Untuk itu, sektor pertanian dan perikanan diharapkan            dapat menjadi potensi unggulan daerah Maluku kedepanya, dan secara umum kedua sektor tersebut sudah seharusnya menjadi Pilar baru bagi pembangunan ekonomi masyarakat                             Provinsi Maluku. Dengan demikian, kegiatan Penyuluhan merupakan hal yang sangat essensial dan merupakan penopang  pembangunan ekonomi masyarakat dalam mendukung terwujudnya masyarakat Maluku yang Maju, Mandiri, adil dan sejahtera.  Kondisi tersebut,  menjadikan  Peran  Penyuluh di  daerah  menjadi sangat strategis   dalam   mendorong tumbuhnya sektor pertanian yang kuat, berkelanjutan dan merata di daerah.  Jika kita belajar pada perjalanan sejarah penyuluhan selama ini maka, sudah seharusnya perekonomian masyarakat Tani dan Nelayan,  mengalami pertumbuhan  yang cukup pesat dan  sejahtera namun kenyataanya berbeda justru perumbuhan sektor pertanian terkesan lamban bahkan cenderung melemah dibandingkan sektor lainnya akibatnya pekerjaan di sektor pertanian menjadi diabaikan dan dianggap oleh sebagian  orang sebagai pekerjaan yang  kurang bergengsi atau  menjanjikan.

 

Peran strategis penyuluh.

 

  Harus diakui bahwa, kontribusi dan kerja keras penyuluh secara perlahan telah berhasil menciptakan pergeseran orientasi pandang masyarakat terhadap pemanfaatan potensi sumber daya alam sektor pertanian dan perikanan, kini mengalami berbagai kemajuan meskipun masih dijumpai ada beberapa kekurangan dalam proses pelaksanaan dilapangan. Disadari  bersama bahwa  sejak  Otonomi Daerah dan pelimpahan kewenangan  dari  Pemerintah Pusat kepada daerah, aktivitas Penyuluhan dapat dikatakan sedikit mengalami hambatan.  Mengapa demikian? Boleh jadi penyuluhan  yang dilaksanakan selama ini  kurang berjalan dengan baik tentunya disebabkan oleh beberapa hal antara lain;

 1),Minimnya perhatian Pemerintah daerah terhadap pengembangan  sektor pertanian              dan perikanan terbukti masih adanya program yang tidak sesuai kebutuhan masyarakat.

 2),Rendahnya dukungan biaya oprasional  maupun sarana prasarana penyuluhan oleh Pemerintah daerah/pusat pasca Otonomi daerah. 

3), Kurangnya Perhatian pemerintah terhadap peningkatan SDM  petani dan penyuluh.

4),Belum tersedianya informasi yang memadai bagi petani mulai aspek budidaya, pengolahan hasil, pemasaran hasil dan lainnya. 

 

Bagaimanapun pemberdayaan petani akan lebih efektif bila dilakukan melalui     kelompok tani. Karena merupakan wahana pembelajaran bersama dan tempat saling berbagi  informasi. Dari data BPS menyebutkan bahwa distribusi penduduk miskin di daerah pedesaan tahun 2011 sebesar        15,72 persen masih lebih tinggi jika dibandingkan tingkat kemiskinan di daerah perkotaan sebesar 9,23 persen.  Padahal penduduk miskin di perdesaan umumnya bekerja di sektor pertanian, hal ini mendorong pemerintah untuk segera melakukan pembenahan dan Reformasi  sistim penyuluhan agar  kegiatan  penyuluhan dapat   tertata dengan lebih baik dan  optimal sebagai suatu sistem pendidikan non formal yang mampu memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan harapan ativitas Penyuluhan nantinya akan berkembang menjadi kebutuhan Masyarakat  Petani dan Nelayan, Dunia Usaha, Pemerintah dan sekaligus memberikan berbagai keuntungan  bagi Penyuluh.

 

Harus diakui pula bahwa, pembenahan sistim  penyuluhan sesungguhnya merupakan bagian penting dalam pembangunan  sektor pertanian. Dikatakan penting karena fungsi yang diembanya cukup strategis dalam mendukung pembangunan di berbagai sektor yang pada gilirannya untuk meningkatkan  kesejahteraan rakyat.  oleh  karena itu, sistem  penyuluhan yang dilaksanakan  kedepanya diharapkan mampu mendukung upaya-upaya pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pengentasan kemiskinan, pengangguran dan peningkatan peran serta masyarakat secara aktif dalam pembangunan. Untuk menunjang fungsi tersebut diperlukan  suatu perencanaan Penyuluhan yang  terukur sehingga dapat memproyeksikan berapa besar pertumbuhan  perekonomian  masyarakat secara keseluruhan baik pada masa sekarang maupun  yang  akan datang.  Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terpadu, berkelanjutan dan memiliki Daya saing agar penyuluh menjadi SDM pemberdaya masyarakat.                      Dari penjelasan tersebut nampak bahwa pengembangan metodologi penyuluhan sekarang ini mestinya lebih berorientasi kepada klien, menguntungkan dan merupakan hal baru,  sesuai  kebutuhan pasar dan  potensi  daerah.  Dengan demikian,  yang mesti dilakukan sebagai Penyuluh  profesional dan Mandiri, tentunya diperlukan kerja nyata danmampu  memberi contoh tanpa harus bicara.  Disis lain, diperlukan juga perilaku yang baik dan kemampuan serata kompetensi diri   yang andal dalam membuat  perencanaan   dengan pendekatan wilayah untuk memunculkan spesifikasi dan  Produk Unggulan Lokal  daerah yang diharapkan dapat berpengaruh luas dalam mendorong perbaikan ekonomi keluaraga dan berdampak  bagi pertumbuhan sector-sektor lain di perdesaan.

Upaya Wakatobi pertahankan status cagar biosfer

Jakarta (ANTARA News) – Taman Nasional (TN) Wakatobi terus berupaya mempertahankan status mereka sebagai cagar biosfer.

TN Wakatobi ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO pada tahun 2012 lalu. Secara resmi Wakatobi menjadi salah satu dari 621 cagar biosfer bumi yang tersebar di 117 negara.

Kepala Balai TN Wakatobi, A.G. Martana mengatakan bila tidak dipertahankan, UNESCO bisa saja mencabut status Wakatobi sebagai cagar biosfer.

“Untuk itu komitmen, kita semua untuk bersinergi untuk mempertahankan cagar biosfer,” katanya yang ditemui di acara jumpa pers “Cagar Biosfer Wakatobi dan Manfaatnya bagi Ekosistem Laut di Indonesia”, Kamis.

Untuk, itu, pihaknya terus melakukan monitoring delapan sumber daya penting yang ada di sana, yaitu terumbu karang, mangrove, padang lamun, tempat pemijahan ikan, tempat bertelur burung pantai, peneluran penyu, cetacean, dan potensi ikan.

Tidak hanya terhadap sumber daya alam, Martana mengatakan upaya pelestarian juga diakukan dengan memberi penyuluhan kepada masyarakat.

“Kami melakukan penyuluhan hingga ke tingkat sekolah. Penanaman bakau bersama, kemah konservasi bersama anak sekolah. Untuk tingkat remaja sebagai pecinta alam,” tambahnya.

Mereka juga mengadakan pembinaan peningkatan kemampuan masyarakat, antara lain scuba diving dan interpretasi agar masyarakat dapat mendampingi tamu yang datang ke Wakatobi.

TN Wakatobi dengan luas 1.390.000 hektar meliputi 39 pulau, 3 gosong, serta 5 atol. Kawasan itu merupakan tempat bernaung lebih dari 112 jenis karang dan habitat alami ratusan spesies ikan, seperti pogo-pogo (Balistoides viridescens) napoleon (Cheilinus undulatus), kepe-kepe (Chaetodontidae), surgeon (Acanthuridae), dan kakatua (Scaridae).

Sumber : www.antara.com

INFO TINGGI GELOMBANG LAUT

Peta Tinggi Gelombang Berlaku Mulai 5/2/2014 Pukul:19:00 WIB s.d. 6/2/2014 Pukul:7:00 WIB

peta1

BMKG Pattimura: Waspadai Angin 30 Km/Jam

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon, mengimbau masyarakat agar mewaspadai angin kencang lebih dari 30 km per jam yang berpeluang terjadi di sejumlah daerah di Maluku pada 1 Februari 2014.

“Daerah itu adalah Pulau Ambon, Banda (Maluku Tengah), Geser (Seram Bagian Timur), Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku Tenggara Barat, Maluku Barat Daya,” kata Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon, George Mahubessy saat dikonfirmasi di Ambon, Jumat (31/1).

Kondisi ini dipengaruhi daerah tekanan rendah di Utara maupun Selatan Australia sehingga menarik massa udara sehingga berpeluang mengakibatkan angin kencang dan gelombang lebih dari dua meter.

Sementara cuaca umumnya berawan dan berpeluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berskala lokal di Pulau Ambon, Pulau Buru, Pulau Seram, Pulau Banda, Pulau Geser, Kepulauan Kei, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar dan Pulau Kisar.

Sedangkan gelombang lebih dari dua meter berpeluang terjadi di perairan Pulau Ambon, Laut Seram, Perairan Geser, Selat Manipa, Laut Buru, Laut Banda, Perairan Kepulauan Kei, Laut Aru, Laut Arafura, Perairan Maluku Tenggara Barat dan Maluku Barat Daya.

Karena itu, lanjutnya, para penyedia maupun pengguna jasa transportasi, baik laut maupun udara perlu mematuhi peringatan dini tersebut.

“Jangan memaksakan diri berlayar sekiranya kondisi cuaca ekstrem guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya musibah laut,” ujarnya.

Musim pancaroba di Maluku juga mengakibatkan terjadinya banjir di Negeri Administratif Bula Air dan Negeri Administratif Fatolo, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) pada Selasa(14/1).

Begitu pun pesawat Pilatus milik PT Intan Angkasa di kawasan Un, Kota Tual, Minggu(19/1) sehingga menewaskan empat orang.

Landing Craft Tank (LCT) Jaya Mandiri II tenggelam di laut Kilmuri, Kabupaten Seram Bagian Timur(SBT) pada Jumat(24/1) siang, sekitar pukul 14.00 WIT, akibat diterpa gelombang tinggi dan angin kencang dengan tidak ada korban jiwa dari 10 anak buah kapal(ABK).

Selain itu, perahu tradisional tenggelam dalam pelayaran desa Tunggu – Dobo, ibu Kota Kepulauan Aru, pada Minggu(26/1) petang, mengakibatkan Mantan Kepala Kesbanglinmas Kabupaten setempat, Gerson Gainau(62), hilang dan ditemukan dalam kondisi meninggal di perairan Desa Gorar, Pulau Wamar, Kamis(30/1). (ant/tm)

sumber : www.tribun-maluku.com