Bakorluh Maluku - Pertanian Bakorluh Maluku - Perikanan Bakorluh Maluku - Kehutanan

AGAR DURIAN BISA BERBUAH DI LUAR MUSIM

Durian (Bombacaceae, sp) biasanya hanya berbunga satu kali dalam setahun, makanya ada yang namamnya musim durian. Namun saat ini teknologi pertanian telah maju sehingga kita bisa membuat durian berbuah diluar musimnya.  Kalau durian kita berbuah pas lagi tidak musim dijamin harga akan tinggi. Durian merupakan salah satu produk hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan berpotensi untuk pasar dalam negeri maupun pasar dalam negeri maupun pasar ekspor. Tanaman durian biasa dijumpai di hutan Malaysia, Sumatera dan Kalimantan yang berupa tanaman liar.
Beberapa jenis varietas durian terkenal adalah : durian sukun (Jawa Tengah), petruk (Jawa Tengah), sitokong (Betawi), simas (Bogor), sunan (Jepara), otong (Thailand), kani (Thailand), sidodol (Kalimantan Selatan), sijapang (Betawai) dan sihijau (Kalimantan Selatan).
Buah durian mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi. Tiap 100 g buah durian mengandung 2,5 g Protein, 601 mg Kalium, 2,5 g Lemak, 28,3 g Karbohidrat, 44 mg Fosfor, 57 mg Vtamin C, 175 SI Vitamin A, 0,27 mg thiamin, 0,29 mg riboflavin, 134 energi, 1,3 besi dan 67 g air.
Di Indonesia durian dipanen musiman, bila sedang panen raya harga buah durian menurun bahkan harganya sangat murah (Rp. 2000,-/buah). Pada waktu tidak musim buah sulit ditemukan dipasaran, kalaulah ada buah durian harganya lebih mahal (Rp. 25.000,- sampai 75.000,-/buah). Pasokan pemaran durian di Indonesia umumnya tinggi dari bulan Desember hingga bulan Maret sedangkan bulan April hingga bulan Nopember mengalami kelangkaan.
Keadaan seperti ini dari segi agribisnis tentulah kurang menguntungkan, karena akan akan terjadi fluktuasi harga yang sangat tajam, sedangkan pada awal dan akhir musim panen harganya menjadi sangat tinggi.
Pemilihan Teknologi Pembuatan Durian Di Luar Musim
Berbagai Teknologi pembuahan Durian diluar musim yang ada sejak jaman nenek moyang kia dulu hingga kini dilakukan dengan cara mekanis dan dengan cara kimia pertanian anara lain :
a.       Cara Mekanis
  • Kerat
  Mengerat pembuluh floem (kulit pohon) melingkar sepanjang lingkaran pohon dengan lebar kurang lebih 1 cm sampai kelihatan pembuluh xylem (kayu pohon) kemudian dibalut menggunakan sholatib atau bahan lainnya untuk menutupi keratin agar tidak kering dan tidak mati.
  • Pruning
  Memangkas daun, cabang dan ranting, hingga pohon gundul atau tersisa sedikit daun.
  • Pelukaan
  Melukai pembuluh floem dengan benda tajam. Bentuknya bias dengan mengerok, mencacah, memaku dan mengiris kulit kayu.
  • Pengikatan
 Mengikat erat pohon dengan kawat hingga transport hasil fotosintesa pembuluh floem terhambat.
  • Stressing air
Tidak menyiram tanaman hingga mencapai titik layu permanen, kemudian dengan tiba-tiba melakukan penggenangan perakaran dan pangkal batang hingga jenuh air dalam waktu tertentu.
Cara mekanik tersebut pada prinsipnya adalam merubah perbandingan unsure carbon (C) dan nitrogen (N) dalam tubuh tanaman. Cara ini memunyai kelemahan yaitu tak terukur. Kalau aplikasinya kebetulan pas berhasil, tapi kalau tidak pas bias gagal.
b.     Cara Kimia
Cara membuahkan buah diluar musim yang terukur dan yang paling banyak dipilih adalah dengan menggunakan agro-chemical (kimia Pertanian), berupa bahan aktif zat pengatur tumbuh (ZPT). Teknologi agro-chemical ini merubah fisiologis tanaman dengan cara menghambat fase pertumbuhan vegetative dengan peran hormone atau senyawa kimia tertentu, agar muncul fase generative (bunga dan buah).
Bahan aktif ZPT yang daoat dibeli dan dipergunakan untuk membuahkan durian diluar musim diantaranya; kimia pertanian (NA, Auxin, dan Paklobutrazol). ZPT tersbut bias dibeli ditoko pertanian/took bahan kimia.
Cara kerja ZPT kimia pertanian antara lain :
  •  Natrium NAA (Naphthyl Acetic Acid / Asam Naftali Asetat), merupakan jenis ZPT yang mempunyai kegunaan mendorong pembungaan serempak pada tanaman. Dengan konsentrasi 5-10 ppm yang disemprotkan pada waktu pagi hari (jam 06.00 – 10.00) ke seluruh bagian tanaman batang ranting dan erutama stomata daun terbukti dapat memunculkan bunga).
  •  Auxin secara khusus jarang diperdagangkan dengan merk dagang tertentu, karena harganya per milligram yang sangat mahal. Auxin digunakan dalam dosis kecil, part per million (ppm), berfungsi untuk merangsang perpanjangan sel, pembentukan bunga dan buah, pertumbuhan akar pada stek atang, memperpanjang ttik tumbuh serta mencegah gugur daun dan buah.
  •  Paclobutrazol dipasaran memiliki nama dagang diantaranya Patrol, Cutar, Goldstar. ZPT ini berfungsi menghentikan fase vegetative dan memacu fase generative. Penggunaan secara berlebihan dapat mengakibatkan, batang dan dahan getas/kropos, daun mengeriting dan pertumbuhan vegetative dapat terhenti (stagnan) hingga kurun waktu 3 tahun. ZPT ini efektif digunakan pada tanaman keras seperti mangga, apel, jambu air, jeruk dan durian.
Pada dasarnya penggunaan ZPT ini dilakukan pada saat tanaman dibuahkan diluar musim dengan memastikan kondisi tanaman tidak akan kekurangan nutrisi yang dibutuhkan.
Sebagai contoh aplikasi pembuahan durian diluar musim adalah penggunaan ZPT Natrium NAA (Naphthyl Acetic Acid/Asam Naftali Asetat), yang mempunyai kegunaan mendorong pembungaan serempak pada tanaman. Sebelum ZPT disemprotkan, kira-kira 3 bulan sebelumnya tanah areal penanaman harus dikeringkan. Jika pada waktu pengeringan turun hujan, tanah disekeliling tanaman pada radius 5-7 meter diberi mulsa dan dibuatkan saluran pembuangan air.
Tanaman buah durian yang sehat, ditandai percabangan merata, daun berwarna hijau tua mengkilat dan tidak terserang hama atau penyakit. Tanaman sudah cukup umur atau sudah berbunga. Tanaman utama tidak dalam fase pertumbuhan tunas tanaman dan daun baru (pupus).
Cara kerja zat perangsang Tumbuh Natrium NAA (Naphthyl Acetic Acid / Asam Naftali Asetat) dengan menagtur pembungaandi setiap pohon durian perblok. Jika menginginkan panen durian bulan Agustus – November, maka sekitar bulan Maret Tanaman pada blok disemprotkan Natrium NAA (Naphthyl Acetic Acid / Asam Naftali Asetat) dengan konsantrasi 5-10 ppm per pohon pada waktu pagi hari (jam 06.00 – 10.00) dengan cara ;
  • Disemprotkan ke seluruh bagian tanaman batang ranting dan terutama stomata daun.
  • Disemprotkan secara merata pada tanaman sehat, ditandai dengan munculnya tunas bunga pada percabangan, dibagian bawah daun yang berwarna hijau tua mengkilat dan tidak sedang terserang hama atau penyakit.
  • Disemprotkan secara merata pada tanaman dan pada bunga di percabangan.
  • Disemprotkan keseluruh bagian cabang dan daun yang tersisa.
Sumber : Bisnis Hobi Tanaman dan Pertanian. com

Air laut menghangat, ikan tropis terancam

New York (ANTARA News) – Menghangatnya laut yang konon akibat perubahan iklim membawa ancaman bagi ikan yang hidup di dekat khatulistiwa.

Peneliti di Australia mengamati reaksi enam spesies ikan tropis terhadap suhu laut yang meningkat 2-3 derajat Celsius di habitat mereka.

Hasil penelitian mereka menunjukkan semakin hangat suhu, semakin sulit ikan berenang, mencari makan, menghindari predator, dan bereproduksi.

“Organisme yang hidup di garis lintang ekstrem dekat ekuator umumnya lemah terhadap suhu karena mereka berevolusi dalam suhu yang tidak banyak turun-naik,” kata Jodie Rummer, peneliti dari James Cook University, Queensland, seperti yang dikutip dari LiveScience.

Salah satu spesies yang tidak disebutkan dalam penelitian itu, bahkan tidak dapat bertahan di suhu 34 derajat Celsius.

“Kami duga,  ketika laut menghangat di area dekat khatulistiwa, ikan ini akan kehilangan kemampuannya bila tidak beradaptasi, normalnya naik-turun suhu itu 2-3 derajat Celcius setiap tahun tapi  kini semakin besar perubahannya,” kata Rummer.

Ikan yang diteliti umumnya berada di suhu 29-31 derajat Celsius.

Peneliti melihat perilaku ikan-ikan tersebut dengan menambah suhu air secara bertahap menjadi 33 dan 34 derajat Celsius.

Setelah beberapa pekan, peneliti mengukur kadar konsumsi oksigen ikan tersebut ketika mereka diam dan berenang.

Tim peneliti menemukan bahwa suhu yang lebih hangat  membuat ikan lebih sulit berenang serta sulit istirahat.

“Di air yang hangat, mereka memerlukan lebih banyak energi untuk bertahan,” katanya.

Bila ikan tidak beradaptasi, mereka cenderung akan pindah ke area lain yang tidak begitu hangat.

Perpindahan itu dapat mempengaruhi populasi manusia yang hidup di sekitar perairan tersebut.

Sumber :antaranews.com

Realisasi Minapolitan di Ambon Capai 100 Persen

Realisasi program minapolitan di kota Ambon tahun 2013 mencapai 100 persen dari target yang yang ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Realisasi pelaksanaan program minapolitan untuk seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) kementerian di daerah mencapai 100 persen, dalam rangka menunjang perikanan di Ambon,” kata Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Ambon, Nanda Louhenapessy, Selasa (11/2).

Menurut dia, pihaknya telah mengirimkan laporan ke sekretaris Jendral (Sekjen) Direktorat Kelautan Pesisir dan Pulau- Pulau Kecil ( KP3K) berupa buku realisasi dan evaluasi program minapolitan tahun 2013.

Instansi terkait, seperti Dinas PU telah merampungkan pembangunan jalan akses nelayan ke Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) desa Eri dan kawasan sekitar pesisir di kecamatan Nusaniwe, Dinas kesehatan telah membangun Puskesmas, serta Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) telah melakukan pemberdayaan dan pelatihan bagi kelompok perempuan.

“Sedangkan instansi lainnya juga telah melakukan tugas sesuai tupoksi, kami berharap realisasi tersebut dapat ditindaklanjuti oleh setiap SKPD untuk meningkatkan industri perikanan,” katanya.

Langkah selanjutnya, kata Nanda Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan Bank Indonesia (BI) Ambon guna pemberdayaan masyarakat.

“Kontribusi yang diberikan BI berupa pendampingan pelatihan teknis bagi nelayan sebagai bentuk pemberdayaan, pelatihan di bidang kelautan dan perikanan, agar kedepan nelayan dapat mengelola dan memasarkan hasil perikanan,” ujarnya Ia mengakui, industrialisasi perikanan bertujuan untuk menciptakan nilai tambah bagi nelayan.

Langkah ini dimulai dengan memberikan perhatian bagi nelayan dan penjual ikan asap di desa Galala, kecamatan Sirimau, kota Ambon guna menambah nilai jual.

Industri perikanan minapolitan, akan berdampak pada peningkatan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan nelayan.

“Bila dulu hasil tangkapan ikan langsung dibawa ke luar daerah atau luar negeri dalam bentuk utuh, tetapi saat ini harus dioleh menjadi produk untuk meningkatkan nilai jual,” katanya.

KKP, kata Nanda memulai program di Ambon yakni mengembangkan PPI Eri sebagai zona pengembangan, dengan melakukan reklamasi pantai.

Selain itu KKP juga menyediakan coldstorage, pabrik es, di PPI Erie guna proses penyimpanan hasil perikanan.

Kawasan inti Minapolitan yakni di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di kawasan Tantui, kecamatan Sirimau. Sedangkan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Desa Eri dijadikan kawasan penyangga.

“Lima kecamatan ditetapkan sebagai zona pengembangan meliputi Kecamatan Nusaniwe yang ditetapkan sebagai kawasan minapolitan tangkap serta Kecamatan Baguala dan Leitimur Selatan budidaya, Sedangkan untuk pengolahan dan pemasaran hasil perikanan tangkap budidaya di Desa Galala, Kecamatan Sirimau” katanya. (ant/tm)

Sumber : Tribunmaluku.com

Ikan Tuna, Sipencegah Stroke Dan Jantung

yellowfin-tuna-carey-chen

Ikan Tuna adalah salah satu makanan yang disukai semua orang dari anak-anak hingga orang tua.  Ikan yang rasanya lezat dan tergolong mudah dalam pengolahannya ini dapat disajikan dalam berbagai cara untuk memenuhi setiap selera.

Segar atau kalengan, ikan tuna tersedia sepanjang tahun dan dapat dinikmati.  Ahli nutrisi menganjurkan dengan mengkonsumsi setidaknya dua porsi minyak ikan seminggu sehingga tubuh dapat memperoleh Omega 3 asam lemak esensial yang dibutuhkan untuk kesehatan yang diantaranya diperoleh dari ikan tuna.  Berikut adalah manfaat kesehatan dari ikan tuna.

Mencegah Stroke

Makan ikan tuna dipanggang atau dibakar dapat menurunkan risiko stroke hingga 27%, bila dikonsumsi dengan teratur.  Tapi, jangan sekali-kali mengolahnya dengan cara menggoreng karena hal itu justru akan memicu stroke.

 Baik untuk jantung

Omega 3 asam lemak dalam ikan tuna membantu menstabilkan tekanan darah dan meningkatkan kadar kolesterol “baik” HDL.  Omega 3 juga membantu mengatur irama jantung yang tidak teratur dan mengurangi risiko terjadinya pembekuan darah dalam arteri, sehingga mengurangi risiko penyakit jantung koroner.  Tuna juga kaya selenium, antioksidan yang melindungi terhadap penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.

Perlindungan terhadap DVT

Karena sifat anti pembekuan, ikan tuna dapat membantu mencegah timbulnya Deep Vein Thrombosis (DVT).  Ini adalah kondisi yang menyakitkan dan berpotensi serius, dimanifestasikan oleh pembengkakan di pembuluh darah dalam kaki dan panggul.

Anti-inflamasi

Karena sifat anti-inflamasi Omega 3 asam lemak, ikan tuna dapat membantu meringankan gejala rematik dan kondisi peradangan kronis.

Baik sumber protein

Protein sangat penting untuk sel, pembaharuan pertumbuhan dan perbaikan.  Ikan tuna mengandung protein densitas tinggi dan membuat untuk sehat, rambut kulit dan kuku.

Bagus untuk menurunkan berat badan

Karena kandungan protein yang tinggi, tuna meningkatkan metabolism dan membantu membakar lemak tubuh, yang keduanya adalah asset tak ternilai untuk berat badan dan pemeliharaan.

Semua ika baik untuk otak, ikan dapat membantu mengangkat suasana hati, sehingga mengurangi gejala depresi.  Hal ini juga bisa menangkal gejala Alzheimer, dan meningkatkan fungsi otak.

Perlindungan terhadap kerusakan akibat sinar matahari

Ikan tuna tinggi vitamin D – vitamin sinar matahari.   Karena itu, ikan tuna dapat melindungi terhadap kerusakan akibat sinar matahari pada kulit, termasuk sinar matahari dan kanker kulit.

 (Sumber : Rubrik Health & Safety majalah KOKOH edisi oktober 2013)

PENYULUH CERDAS PETANI DAN NELAYAN SEJAHTERA

Penyuluhan yang dikenal  masyarakat secara umum  merupakan istilah yang diadopsi  dari  kata  extension  yang diartikan sebagai suatu  sistem pendidikan dibidang pertanian.       Sementara,   kegiatan  penyuluhan  pertama  kali  diterapkan di Inggris dan diajarkan oleh seorang Dosen di Universitas Cambridge yang menaruh perhatian cukup besar pada sejumlah warga masyarakat yang tidak memperoleh pendidikan melalui bangku kuliah. Sistem pendidikan tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan berbagai materi pelajaran dan pengetahuan kepada warga masyarakat yang tidak memperoleh pendidikan formal. Dengan demikian sistim penyuluhan kemudian berkembang dan dikenal di Amerika dan beberapa negara lainnya  termasuk Indonesia  dan selanjutnya berdasarkan undang-undang Smith-Lever pada tahun 1914 dinyatakan bahwa penyuluhan pertanian adalah pendidikan         non formal.

 

 Dari aspek Sejarah Penyuluhan yang berkembang di Indonesia ada benarnya perlu diketahui dan sebagai referensi.  Pada awalnya kegiatan penyuluhan dimulai dengan membuat kebun percontohan yang didalamnya ditanam berbagai aneka tanaman kayu-kayuan dan sekaligus difungsikan sebagai lokasi Budidaya tanaman pertama di Indonesia melalui kegiatan (Demplot) yang kemudian dikenal dengan Kebun Raya Bogor yang dibuat tahun 1918, (Reinwardt, 1917). Hal tersebut,  merupakan momentum awal bangkitnya penyuluhandi Indonesia. Sesuai dengan Sila ke Lima dari Pancasila disebutkan bahwa Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, demikian pula dalam Undang-Undang Dasar 1945 antara lain, Negara berkewajiban mencerdaskan kehidupan Bangsa. Tugas mencerdaskan harus di jalankan  secara adil dan diwujudkan dalam  penyelenggaraan  Pendidikan untuk seluruh Rakyat Indonesia, baik melalui pendidikan formal maupun non formal.  Sayangnya  perkembangan  Penyuluhan di negeri ini masih bercampur aduk dengan kepentingan politik.  Hal ini, terbukti dengan banyaknya produk impor hasil.  Tanpa bermaksud menyalahkan berbagai pihak namun yang terjadi kebijakan tersebut telah merugikan rakyat dan yang diuntungkan justru kelompok tertentu akibatnya petani kecil  makin terpinggirkan dan bertambah miskin dan terpaksa menguras sumberdaya alam hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup semata seakan menjadi sampah manusia akibat tekanan ekonomi yang tanpa perubahan.  

             Nampaknya belakangan ini kemajuan Teknologi dan  arus Globalisasi  telah memberikan banyak kontribusi terhadap  pertumbuhan dan perkembangan pembangunan daerah.  Terkait perkembangan yang ada ternyata menggugah kita untuk lebih kreatif menggali dan mengelola potensi sumber daya alam  secara berkelanjutan agar bisa menopang pembangunan pertanian di daerah. Karena itu, Untuk itu, sektor pertanian dan perikanan diharapkan dapat menjadi potensi unggulan daerah Maluku kedepanya, dan secara umum kedua sektor tersebut sudah seharusnya menjadi Pilar baru bagi pembangunan ekonomi masyarakat Provinsi Maluku. Dengan demikian, kegiatan Penyuluhan merupakan hal yang sangat essensial dan merupakan penopang  pembangunan ekonomi masyarakat dalam mendukung terwujudnya masyarakat Maluku yang Maju, Mandiri, adil dan sejahtera.  Kondisi tersebut,  menjadikan  Peran  Penyuluh di  daerah  menjadi sangat strategis   dalam   mendorong tumbuhnya sektor pertanian yang kuat, berkelanjutan dan merata di daerah.  Jika kita belajar pada perjalanan sejarah penyuluhan selama ini maka, sudah seharusnya perekonomian masyarakat Tani dan Nelayan,  mengalami pertumbuhan  yang cukup pesat dan  sejahtera namun kenyataanya berbeda justru perumbuhan sektor pertanian terkesan lamban bahkan cenderung melemah dibandingkan sektor lainnya akibatnya pekerjaan di sektor pertanian menjadi diabaikan dan dianggap oleh sebagian  orang sebagai pekerjaan yang  kurang bergengsi atau  menjanjikan.

 

Peran strategis penyuluh.

 

 Harus diakui bahwa, kontribusi dan kerja keras penyuluh secara perlahan telah berhasil menciptakan pergeseran orientasi pandang masyarakat terhadap pemanfaatan potensi sumber daya alam sektor pertanian dan perikanan, kini mengalami berbagai kemajuan meskipun masih dijumpai ada beberapa kekurangan dalam proses pelaksanaan dilapangan. Disadari  bersama bahwa  sejak  Otonomi Daerah dan pelimpahan kewenangan  dari  Pemerintah Pusat kepada daerah, aktivitas Penyuluhan dapat dikatakan sedikit mengalami hambatan.  Mengapa demikian? Boleh jadi penyuluhan  yang dilaksanakan selama ini  kurang berjalan dengan baik tentunya disebabkan oleh beberapa hal antara lain;

1),Minimnya perhatian Pemerintah daerah terhadap pengembangan  sektor pertaniandan perikanan terbukti masih adanya program yang tidak sesuai kebutuhan masyarakat.

2),Rendahnya dukungan biaya oprasional  maupun sarana prasarana penyuluhan oleh Pemerintah daerah/pusat pasca Otonomi daerah. 

3), Kurangnya Perhatian pemerintah terhadap peningkatan SDM  petani dan penyuluh.

4),Belum tersedianya informasi yang memadai bagi petani mulai aspek budidaya, pengolahan hasil, pemasaran hasil dan lainnya. 

Bagaimanapun pemberdayaan petani akan lebih efektif bila dilakukan melalui     kelompok tani. Karena merupakan wahana pembelajaran bersama dan tempat saling berbagi  informasi. Dari data BPS menyebutkan bahwa distribusi penduduk miskin di daerah pedesaan tahun 2011 sebesar        15,72 persen masih lebih tinggi jika dibandingkan tingkat kemiskinan di daerah perkotaan sebesar 9,23 persen.  Padahal penduduk miskin di perdesaan umumnya bekerja di sektor pertanian, hal ini mendorong pemerintah untuk segera melakukan pembenahan dan Reformasi  sistim penyuluhan agar  kegiatan  penyuluhan dapat   tertata dengan lebih baik dan  optimal sebagai suatu sistem pendidikan non formal yang mampu memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Dengan harapan ativitas Penyuluhan nantinya akan berkembang menjadi kebutuhan Masyarakat  Petani dan Nelayan, Dunia Usaha, Pemerintah dan sekaligus memberikan berbagai keuntungan  bagi Penyuluh.

 

 Harus diakui pula bahwa, pembenahan sistim  penyuluhan sesungguhnya merupakan bagian penting dalam pembangunan  sektor pertanian. Dikatakan penting karena fungsi yang diembanya cukup strategis dalam mendukung pembangunan di berbagai sektor yang pada gilirannya untuk meningkatkan  kesejahteraan rakyat.  oleh  karena itu, sistem  penyuluhan yang dilaksanakan  kedepanya diharapkan mampu mendukung upaya-upaya pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pengentasan kemiskinan, pengangguran dan peningkatan peran serta masyarakat secara aktif dalam pembangunan. Untuk menunjang fungsi tersebut diperlukan  suatu perencanaan Penyuluhan yang  terukur sehingga dapat memproyeksikan berapa besar pertumbuhan  perekonomian  masyarakat secara keseluruhan baik pada masa sekarang maupun  yang  akan datang.  Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terpadu, berkelanjutan dan memiliki Daya saing agar penyuluh menjadi SDM pemberdaya masyarakat.Dari penjelasan tersebut nampak bahwa pengembangan metodologi penyuluhan sekarang ini mestinya lebih berorientasi kepada klien, menguntungkan dan merupakan hal baru,  sesuai  kebutuhan pasar dan  potensi  daerah.  Dengan demikian,  yang mesti dilakukan sebagai Penyuluh  profesional dan Mandiri, tentunya diperlukan kerja nyata danmampu  memberi contoh tanpa harus bicara.  Disis lain, diperlukan juga perilaku yang baik dan kemampuan serata kompetensi diri   yang andal dalam membuat  perencanaan   dengan pendekatan wilayah untuk memunculkan spesifikasi dan  Produk Unggulan Lokal  daerah yang diharapkan dapat berpengaruh luas dalam mendorong perbaikan ekonomi keluaraga dan berdampak  bagi pertumbuhan sector-sektor lain di perdesaan.

 

`Profesionalisme Penyuluh.                                                                                                                      

                Untuk mendukung   Profesionalisme tugas penyuluhan di daerah, diharapkan agar Pemerintah Pusat dan Daerah segera melakukan perbaikan dan  pembenahan sistem penyuluhan dan pengawasan, di berbagai sektor karena tanpa dukungan sistem penyuluhan yang baik dan dukungan sarana dan prasarana penyuluhan yang memadai akan memperlambat keberhasilan. Tentunya semua ini akan berdampak bagi keberhasilan dan  upaya percepatan kemajuan sektor pertanian di daerah. Hal ini,  hanya dapat dilakukan dengan  penyempurnaan dan pengembangan kelembagaan penyuluhan di tingkat PusatProvinsi, Kabupaten/Kota, kecamatan hingga desa antara lain dengan;          

1). Membangun dan  mengembangkan  jaringan   koordinasi   dan   kerjasama  antar   sektor Pusat  maupun   Daerah,  penyuluh  dan   masyarakat   serta   Perguruan   Tinggi    maupun    LSM.

 

2).  Menyempurnakan kelembagaan pelaksana penyuluhan di Kabupaten/Kota.

 

3).  Menggali dan mengembangkan inovasi teknologi tepat guna yang mendukung produksi hasil pertanian.

 

4). Melakukan  perbaikan data dan atau  Pemutahiran data-data Kelembagaan  kelompok      Tanidan Nelayan sehingga dapat diketahui secara jelas jumlah kelompok yang masih aktif.

 

5).  Mengembangkan jaringan kerja dengan pihak-pihak terkait.              

 

5). Pengembangan sistem informasi penyuluhan pertanian melalui penyempurnaan sistem perecanaan, monitoring,evaluasi dan pelaporan serta perbaikan data base materi penyuluhan.

6).  Melengkapi sarana dan prasarana penyuluhan sesuai kebutuhan di lapangan.  

Hal ini dimaksudkan  untuk  menghindari  adanya  rekayasa  dan atau manipulasi data yang berkelanjutan di daerah dan sekaligus menjadi acuan bagi Pemerintah Daerah untuk membuat Perencanaan dan kebijakan baru dengan tepat dan sesui kebutuhan masyarakat.Jika kita jujur mengatakan bahwa yang terjadi selama ini justru pembentukan  Kelompok Tani dan Nelayan terkesan sarat kepentingan dan orientasi hannya pada proyek sehingga  masyarakat kurang merasakan manfaatnya,  bahkan  yang terjadi adalah  kepentingan  proyek lebih dominan. Bahkan tidak dipungkiri lagi bahwa,  terkadang dijumpai disatu desa memiliki beberapa  kelompok Tani dan Nelayan yang merupakan kelompok yang baru dibentuk sedangkan  anggotanya terdiri dari   orang-orang yang sama. Disamping itu ada juga  kelompok tani-nelayan yang orangnya  sudah tidak lagi berada didesa tersebut tetapi keanggotaanya tetap terdaftar sebagai anggota di satu kelompok,   yang membedakan hannya terletak pada komposisi pengurusnya saja yang bertukar peran sebagai ketua dan sekretaris ataupun merupakan bagian dari kelompok yang baru dibentuk guna  memenuhi kepentingan suatu kegiatan di desa.   

Kondisi tersebut merupakan gambaran umum dan potret buram sistim penyuluhan  yang berjalan selama ini. Agar masalah tersebut  tidak  terulang lagi, perlu  adanya perhatian  dan  langkah tegas   Pemerintah  untuk membenahi dan menata ulang sistim penyuluhan ini supaya lebih baik dan masyarakat bisa sejahtera. Untuk mengatasi masalah tersebut, menurut penulis diperlukan sebuah komitmen yang sungguh dari  Pemerintah Pusat dan Daerah maupun segenap Stakeholders untuk  bersama-sama membenahi kembali sistem penyuluhan di daerah   secara berjenjang, sehingga penyuluhan dapat kembali Berdaya guna dan berhasil guna,   dan sekaligus menjadikan sektor Pertanian dan perikanan sebagai Pilar baru  pembangunan di Maluku. Pada kenyataanya  untuk memperbaiki kondisi tersebut, bukan saja merupakan tanggung jawab daerah tetapi juga penyuluh. Dan sebagai langkah awal yang harus dilakukan sebagai seorang penyuluh profesional adalah  dengan membuat rencana penyuluhan yang baik termasuk didalamnya membuat Pelaporan Penyuluhan  sebagai tolak ukur keberhasilan dan merupakan bentuk pertanggungan jawab adminstrasi penyuluhan di lokasi tugas bersangkutan. Kegiatan yang  dimaksud meliputi  penyusunan dan pembuatan Programa di tingkat desa sebagai acuan bagi pembuatan Rencana Kerja Tahunan, yang didalamnya memuat Materi, Metode, Teknik-teknik Penyuluhan dan Pelaporan, yang dilengkapi dengan  buku  pertemuan kelompok Tani-Nelayan sebagai bukti konkrit dan profesionalisme penyuluh.  

Peran  Penyuluh.

Sebagai upaya mendukung terselenggaranya sistem penyuluhan yang lebih baik diperlukan sebuah langkah nyata pemerintah baik Pusat maupun Daerah untuk  membenahi sistem penyuluhan yang ada, diantaranya dengan meningkatkan fungsi Pengawasan terhadap kinerja penyuluh yang dilakukan secara berjenjang oleh Dinas/Badan dan Instansi terkait            di daerah Kabupaten/Kota dalam rangka memperbaiki kinerja penyuluh, dan peningkatan  efektifitas   kerja  penyuluhan sehingga dapat  terukur dan lebih   terarah.   Dengan harapan penyuluhan  kedepan nantinya dapat memberikan hasil dan manfaat yang nyata,

 bagi perubahan dan perbaikan  sistem penyuluhan. Oleh karena itu setiap Penyuluh diharapkan mampu membangun kemampuan diri sebagai seorang Konsultan perencana yang cerdas serta mampu mengembangkan daya nalar, mengidentifikasi, menganalisa dan menyusun Rencana Pembangunan Wilayah yang Rasional, terencana, termasuk pemecahan masalah  dan memiliki kemampuan  menggali potensi wilayah bagi pengembangan usaha Petani dan Nelayan.      Dengan demikian maka harapan untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran di Maluku dapat terwujud. Untuk itu, diperlukan  persiapan dan strategi penyuluhan yang terencana dan Partisipatif, serta memperhatikan Etika dan Falsafah Penyuluhan agar melalui proses bimbingan atau pendampingan dapat berdampak positif terhadap pembangunan dan mampu mengantarkan pembaharuan  pola pikir masyarakat yang Lebih Maju, Mandiri dan Berdaya SaingDaerah.

 Hal tersebut akan tercapai apabila  Pengambil kebijakan di pusat dan daerah memiliki komitmen bersama yang kuat untuk meningkatkan kemampuan kerja penyuluh di masyarakat, melaui Balai Penyuluhan sebagai kelembagaan yang strategis dalam menjangkau sasaran penyuluhan.  Selain itu, penyuluh diharapkan lebih kreatif misalnya dengan  membangun     pusat-pusat Percontohan usaha Tani dan Nelayan  baik pada lahan/lokasi milik penyuluh maupun anggota kelompok Tani/Nelayan Binaan agar nantinya dapat berkembang menjadi media penyuluhan dan sentra percontohan pengembangan teknologi pertanian/Perikanan                       di pedesaan.  Selanjutnya dapat memberi dampak langsung bagi perbaikan dan peningkatan usaha sekaligus berfungsi sebagai Pos penyuluhan Desa Terpadu (POSLUHDESPADU),  yang dibangun atas dasar kepentingan dan kebutuhan bersama dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat Pedesaan yang lebih baik.  Dengan begitu,  keberadaan Balai Percontohan di kecamatan tidak saja menjadi pusat percontohan tetapi sebaliknya dapat di fungsikan sebagai  sentra Pertemuan bagi Para Penyuluh,  Pelaku Utama, Pelaku Usaha di Kecamatan untuk bersama-sama menyusun rencana penyuluhan  terpadu dengan menggunakan metode partisipatif sebagai upaya menjawab berbagai kebutuhan masyarakat perdesaan dalam memperbaiki pola usaha di sektot pertanian dan Perikanan.

Pembentukan Bakorluh

Dengan ditetapkannya Undang-Undang nomor 16 tahun 2006 tentang Sistim Penyuluhan Pertanian,Perikanan dan Kehutanan sesungguhnya dimaksudkan agar terselenggarnya sistem pelayanan publik yang berkualitas baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Sejalan      dengan itu, maka pemerintah Provinsi Maluku  membentuk sebuah Badan baru dengan nama  BAKORLUH (Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan),        Provinsi Maluku dan selanjutnya diikuti dengan pembentukan BAPELLUH (Badan pelaksana penyuluhan), di Kabupaten/Kota maupun Balai Penyuluhan (BP) di Kecamatan, POSLUHDESPADU (Pos Penyuluhan Desa Terpadu), yang oleh penulis diberi tambahan nama terpadu sebagai wujud kebersamaan lintas sektor dalam memberikan tugas penyuluhan      kepada masyarakat. Seperti yang diketahui bahwa saat ini,  kegiatan   penyuluhan di Kabupaten / Kota di setiap Provinsi berada dibawah koordinasi BAKORRLUH yang  sekaligus sebagai Pangayom bagi Para Penyuluh di daerah.  Untuk itu, diharapkan kedepannya  Pemerintah Pusat dan Daerah dapat bersatupadu mewujudkan mimpi yang menjadi harapan kita bersama untuk menyejahterakan Masyarakat perdesaan melalui perbaikan dan peningkatan Sistim Penyuluhan  terpadu yang lebih bai

Penutup

Dari uraian di atas, disimpulkan  bahwa  keberhasilan penyuluhan hanya bisa dilakukan apabila semua pihak mau melakukan perubahan terhadap sistem penyuluhan  antara lain melalui;

1.) Perbaikan dan pemutahiran data Kelompok dan usaha Tani-Nelayan.    

2.) Perbaikan penyusunan Programa dan Rencana kerja Tahunan sesuai kebutuhan masyarakat dan partisipatif

3.) Perbaikan sistem pelaporan yang dilengkapi dengan program aksi jangka pendek yang dibuat   di lokasi kerja masing-masing penyuluh.  

4.)BAPELLUH di kabupaten/kota perlu menyempurnakan sistem perencanaan, Monitoring,   evaluasi berjenjang dan pelaporan di sertai upaya pengembangan sistem informasi  penyuluhan secara lebih baik.  

  5.)Menyempurnakan kelembagaan pelaksana penyuluhan di kabupaten/kota dan mendorong Para Penyuluh untuk lebih cerdas dan  berlatih  agar menjadi SDM Pemberdaya masyarakat      yang andal.

6).Pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat  mengembangkan Teknologi tepat Guna untuk mendukung produksi hasil pertanian/Perikanan dan  menjadikan kedua sektor tersebut sebagai pilar baru pembangunan ekonomi daerah dan peningkatan Pendapatan keluarga menuju  masyarakat sejahtera di Bumi Maluku yang kita cintai bersama.

 Tentu hal ini tidak mudah jika tanpa dukungan masyarakat,  dan semangat kerja ekstra dari Penyuluh dan semua pihak serta disiplin Profesi yg berorientasi pada pekerjaan. Dengan demikian, maka harapan penulis semoga keberadaan Penyuluh  dapat di perhatikan penempatannya agar sesuai potensi unggulan tiap daerah dan  kebutuhan  masyarakat, sehingga keberadaan penyuluh di perdesaan mampu membawa perubahan dan peningkatan pendapatan ekonomi keluarga dan masyarakat, sekaligus mampu mengatasi tingkat kemiskinan dan pengangguran  di Maluku.  Jika demikian maka, sudah saatnya semua pihak untuk  membuka ruang bagi perbaikan  sistim Penyuluhan, agar kedepannya penyuluhan Pertanian, Perikanan dan  Kehutanan  benar-benar  dapat  mendorong  percepatan   pembangunan di daerah dan tumbuhnya peluang kerja/usaha baru melalui sektor informal dan sekaligus dapat mengurangi  terjadinya migrasi tenaga kerja dari desa ke kota-kota dan pertanian tidak lagi dipandang sebagai  penunjang industri semata  tetapi dilihat  sebagai sektor dinamis yang turut menentukan berbagai strategi pembangunan Nasional menuju perbaikan dan kesejahteraan masyarakat  Maluku  tercinta  semoga…          

Peran  Penyuluh.

Sebagai upaya mendukung terselenggaranya sistem penyuluhan yang lebih baik diperlukan sebuah langkah nyata pemerintah baik Pusat maupun Daerah untuk  membenahi sistem penyuluhan yang ada, diantaranya dengan meningkatkan fungsi Pengawasan terhadap kinerja penyuluh yang dilakukan secara berjenjang oleh Dinas/Badan dan Instansi terkait   di daerah Kabupaten/Kota dalam rangka memperbaiki kinerja penyuluh, dan peningkatan  efektifitas   kerja  penyuluhan sehingga dapat  terukur dan lebih   terarah.   Dengan harapan penyuluhan  kedepan nantinya dapat memberikan hasil dan manfaat yang nyata,

 bagi perubahan dan perbaikan  sistem penyuluhan. Oleh karena itu setiap Penyuluh diharapkan mampu membangun kemampuan diri sebagai seorang Konsultan perencana yang cerdas serta mampu mengembangkan daya nalar, mengidentifikasi, menganalisa dan menyusun Rencana Pembangunan Wilayah yang Rasional, terencana, termasuk pemecahan masalah  dan memiliki kemampuan  menggali potensi wilayah bagi pengembangan usaha Petani dan Nelayan.      Dengan demikian maka harapan untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran di Maluku dapat terwujud. Untuk itu, diperlukan  persiapan dan strategi penyuluhan yang terencana dan Partisipatif, serta memperhatikan Etika dan Falsafah Penyuluhan agar melalui proses bimbingan atau pendampingan dapat berdampak positif terhadap pembangunan dan mampu mengantarkan pembaharuan  pola pikir masyarakat yang Lebih Maju, Mandiri dan Berdaya SaingDaerah.

  Hal tersebut akan tercapai apabila  Pengambil kebijakan di pusat dan daerah memiliki komitmen bersama yang kuat untuk meningkatkan kemampuan kerja penyuluh di masyarakat, melaui Balai Penyuluhan sebagai kelembagaan yang strategis dalam menjangkau sasaran penyuluhan.  Selain itu, penyuluh diharapkan lebih kreatif misalnya dengan  membangun     pusat-pusat Percontohan usaha Tani dan Nelayan  baik pada lahan/lokasi milik penyuluh maupun anggota kelompok Tani/Nelayan Binaan agar nantinya dapat berkembang menjadi media penyuluhan dan sentra percontohan pengembangan teknologi pertanian/Perikanan   di pedesaan.  Selanjutnya dapat memberi dampak langsung bagi perbaikan dan peningkatan usaha sekaligus berfungsi sebagai Pos penyuluhan Desa Terpadu (POSLUHDESPADU),  yang dibangun atas dasar kepentingan dan kebutuhan bersama dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat Pedesaan yang lebih baik.  Dengan begitu,  keberadaan Balai Percontohan di kecamatan tidak saja menjadi pusat percontohan tetapi sebaliknya dapat di fungsikan sebagai  sentra Pertemuan bagi Para Penyuluh,  Pelaku Utama, Pelaku Usaha di Kecamatan untuk bersama-sama menyusun rencana penyuluhan  terpadu dengan menggunakan metode partisipatif sebagai upaya menjawab berbagai kebutuhan masyarakat perdesaan dalam memperbaiki pola usaha di sektot pertanian dan Perikanan.

(Jusakh B Sahumena -Pemerhati Penyuluh/Staf BAKORLUH Provinsi Maluku)

 

 

Penyuluhan yang dikenal  masyarakat secara umum  merupakan istilah yang diadopsi              dari  kata  extension  yang diartikan sebagai suatu  sistem pendidikan dibidang pertanian.        Sementara,   kegiatan  penyuluhan  pertama  kali  diterapkan di Inggris dan diajarkan oleh seorang Dosen di Universitas Cambridge yang menaruh perhatian cukup besar pada sejumlah warga masyarakat yang tidak memperoleh pendidikan melalui bangku kuliah. Sistem pendidikan tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan berbagai materi pelajaran dan pengetahuan kepada warga masyarakat yang tidak memperoleh pendidikan formal. Dengan demikian sistim penyuluhan kemudian berkembang dan dikenal di Amerika dan beberapa negara lainnya  termasuk Indonesia  dan selanjutnya berdasarkan undang-undang Smith-Lever pada tahun 1914 dinyatakan bahwa penyuluhan pertanian adalah pendidikan          non formal.

 Dari aspek Sejarah Penyuluhan yang berkembang di Indonesia ada benarnya perlu diketahui dan sebagai referensi.  Pada awalnya kegiatan penyuluhan dimulai dengan membuat kebun percontohan yang didalamnya ditanam berbagai aneka tanaman kayu-kayuan dan sekaligus difungsikan sebagai lokasi Budidaya tanaman pertama di Indonesia melalui kegiatan (Demplot) yang kemudian dikenal dengan Kebun Raya Bogor yang dibuat tahun 1918, (Reinwardt, 1917). Hal tersebut,  merupakan momentum awal bangkitnya penyuluhan                  di Indonesia. Sesuai dengan Sila ke Lima dari Pancasila disebutkan bahwa Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, demikian pula dalam Undang-Undang Dasar 1945 antara lain, Negara berkewajiban mencerdaskan kehidupan Bangsa. Tugas mencerdaskan harus di jalankan  secara adil dan diwujudkan dalam  penyelenggaraan  Pendidikan untuk seluruh Rakyat Indonesia, baik melalui pendidikan formal maupun non formal.  Sayangnya  perkembangan  Penyuluhan di negeri ini masih bercampur aduk dengan kepentingan politik.  Hal ini, terbukti dengan banyaknya produk impor hasil.  Tanpa bermaksud menyalahkan berbagai pihak namun yang terjadi kebijakan tersebut telah merugikan rakyat dan yang diuntungkan justru kelompok tertentu akibatnya petani kecil  makin terpinggirkan dan bertambah miskin dan terpaksa menguras sumberdaya alam hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup semata seakan menjadi sampah manusia akibat tekanan ekonomi yang tanpa perubahan.  

 

             Nampaknya belakangan ini kemajuan Teknologi dan  arus Globalisasi  telah memberikan banyak kontribusi terhadap  pertumbuhan dan perkembangan pembangunan daerah.            Terkait perkembangan yang ada ternyata menggugah kita untuk lebih kreatif menggali dan mengelola potensi sumber daya alam  secara berkelanjutan agar bisa menopang pembangunan pertanian di daerah. Karena itu, Untuk itu, sektor pertanian dan perikanan diharapkan            dapat menjadi potensi unggulan daerah Maluku kedepanya, dan secara umum kedua sektor tersebut sudah seharusnya menjadi Pilar baru bagi pembangunan ekonomi masyarakat                             Provinsi Maluku. Dengan demikian, kegiatan Penyuluhan merupakan hal yang sangat essensial dan merupakan penopang  pembangunan ekonomi masyarakat dalam mendukung terwujudnya masyarakat Maluku yang Maju, Mandiri, adil dan sejahtera.  Kondisi tersebut,  menjadikan  Peran  Penyuluh di  daerah  menjadi sangat strategis   dalam   mendorong tumbuhnya sektor pertanian yang kuat, berkelanjutan dan merata di daerah.  Jika kita belajar pada perjalanan sejarah penyuluhan selama ini maka, sudah seharusnya perekonomian masyarakat Tani dan Nelayan,  mengalami pertumbuhan  yang cukup pesat dan  sejahtera namun kenyataanya berbeda justru perumbuhan sektor pertanian terkesan lamban bahkan cenderung melemah dibandingkan sektor lainnya akibatnya pekerjaan di sektor pertanian menjadi diabaikan dan dianggap oleh sebagian  orang sebagai pekerjaan yang  kurang bergengsi atau  menjanjikan.

 

Peran strategis penyuluh.

 

  Harus diakui bahwa, kontribusi dan kerja keras penyuluh secara perlahan telah berhasil menciptakan pergeseran orientasi pandang masyarakat terhadap pemanfaatan potensi sumber daya alam sektor pertanian dan perikanan, kini mengalami berbagai kemajuan meskipun masih dijumpai ada beberapa kekurangan dalam proses pelaksanaan dilapangan. Disadari  bersama bahwa  sejak  Otonomi Daerah dan pelimpahan kewenangan  dari  Pemerintah Pusat kepada daerah, aktivitas Penyuluhan dapat dikatakan sedikit mengalami hambatan.  Mengapa demikian? Boleh jadi penyuluhan  yang dilaksanakan selama ini  kurang berjalan dengan baik tentunya disebabkan oleh beberapa hal antara lain;

 1),Minimnya perhatian Pemerintah daerah terhadap pengembangan  sektor pertanian              dan perikanan terbukti masih adanya program yang tidak sesuai kebutuhan masyarakat.

 2),Rendahnya dukungan biaya oprasional  maupun sarana prasarana penyuluhan oleh Pemerintah daerah/pusat pasca Otonomi daerah. 

3), Kurangnya Perhatian pemerintah terhadap peningkatan SDM  petani dan penyuluh.

4),Belum tersedianya informasi yang memadai bagi petani mulai aspek budidaya, pengolahan hasil, pemasaran hasil dan lainnya. 

 

Bagaimanapun pemberdayaan petani akan lebih efektif bila dilakukan melalui     kelompok tani. Karena merupakan wahana pembelajaran bersama dan tempat saling berbagi  informasi. Dari data BPS menyebutkan bahwa distribusi penduduk miskin di daerah pedesaan tahun 2011 sebesar        15,72 persen masih lebih tinggi jika dibandingkan tingkat kemiskinan di daerah perkotaan sebesar 9,23 persen.  Padahal penduduk miskin di perdesaan umumnya bekerja di sektor pertanian, hal ini mendorong pemerintah untuk segera melakukan pembenahan dan Reformasi  sistim penyuluhan agar  kegiatan  penyuluhan dapat   tertata dengan lebih baik dan  optimal sebagai suatu sistem pendidikan non formal yang mampu memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan harapan ativitas Penyuluhan nantinya akan berkembang menjadi kebutuhan Masyarakat  Petani dan Nelayan, Dunia Usaha, Pemerintah dan sekaligus memberikan berbagai keuntungan  bagi Penyuluh.

 

Harus diakui pula bahwa, pembenahan sistim  penyuluhan sesungguhnya merupakan bagian penting dalam pembangunan  sektor pertanian. Dikatakan penting karena fungsi yang diembanya cukup strategis dalam mendukung pembangunan di berbagai sektor yang pada gilirannya untuk meningkatkan  kesejahteraan rakyat.  oleh  karena itu, sistem  penyuluhan yang dilaksanakan  kedepanya diharapkan mampu mendukung upaya-upaya pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pengentasan kemiskinan, pengangguran dan peningkatan peran serta masyarakat secara aktif dalam pembangunan. Untuk menunjang fungsi tersebut diperlukan  suatu perencanaan Penyuluhan yang  terukur sehingga dapat memproyeksikan berapa besar pertumbuhan  perekonomian  masyarakat secara keseluruhan baik pada masa sekarang maupun  yang  akan datang.  Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terpadu, berkelanjutan dan memiliki Daya saing agar penyuluh menjadi SDM pemberdaya masyarakat.                      Dari penjelasan tersebut nampak bahwa pengembangan metodologi penyuluhan sekarang ini mestinya lebih berorientasi kepada klien, menguntungkan dan merupakan hal baru,  sesuai  kebutuhan pasar dan  potensi  daerah.  Dengan demikian,  yang mesti dilakukan sebagai Penyuluh  profesional dan Mandiri, tentunya diperlukan kerja nyata danmampu  memberi contoh tanpa harus bicara.  Disis lain, diperlukan juga perilaku yang baik dan kemampuan serata kompetensi diri   yang andal dalam membuat  perencanaan   dengan pendekatan wilayah untuk memunculkan spesifikasi dan  Produk Unggulan Lokal  daerah yang diharapkan dapat berpengaruh luas dalam mendorong perbaikan ekonomi keluaraga dan berdampak  bagi pertumbuhan sector-sektor lain di perdesaan.

Upaya Wakatobi pertahankan status cagar biosfer

Jakarta (ANTARA News) – Taman Nasional (TN) Wakatobi terus berupaya mempertahankan status mereka sebagai cagar biosfer.

TN Wakatobi ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO pada tahun 2012 lalu. Secara resmi Wakatobi menjadi salah satu dari 621 cagar biosfer bumi yang tersebar di 117 negara.

Kepala Balai TN Wakatobi, A.G. Martana mengatakan bila tidak dipertahankan, UNESCO bisa saja mencabut status Wakatobi sebagai cagar biosfer.

“Untuk itu komitmen, kita semua untuk bersinergi untuk mempertahankan cagar biosfer,” katanya yang ditemui di acara jumpa pers “Cagar Biosfer Wakatobi dan Manfaatnya bagi Ekosistem Laut di Indonesia”, Kamis.

Untuk, itu, pihaknya terus melakukan monitoring delapan sumber daya penting yang ada di sana, yaitu terumbu karang, mangrove, padang lamun, tempat pemijahan ikan, tempat bertelur burung pantai, peneluran penyu, cetacean, dan potensi ikan.

Tidak hanya terhadap sumber daya alam, Martana mengatakan upaya pelestarian juga diakukan dengan memberi penyuluhan kepada masyarakat.

“Kami melakukan penyuluhan hingga ke tingkat sekolah. Penanaman bakau bersama, kemah konservasi bersama anak sekolah. Untuk tingkat remaja sebagai pecinta alam,” tambahnya.

Mereka juga mengadakan pembinaan peningkatan kemampuan masyarakat, antara lain scuba diving dan interpretasi agar masyarakat dapat mendampingi tamu yang datang ke Wakatobi.

TN Wakatobi dengan luas 1.390.000 hektar meliputi 39 pulau, 3 gosong, serta 5 atol. Kawasan itu merupakan tempat bernaung lebih dari 112 jenis karang dan habitat alami ratusan spesies ikan, seperti pogo-pogo (Balistoides viridescens) napoleon (Cheilinus undulatus), kepe-kepe (Chaetodontidae), surgeon (Acanthuridae), dan kakatua (Scaridae).

Sumber : www.antara.com

INFO TINGGI GELOMBANG LAUT

Peta Tinggi Gelombang Berlaku Mulai 5/2/2014 Pukul:19:00 WIB s.d. 6/2/2014 Pukul:7:00 WIB

peta1

BMKG Pattimura: Waspadai Angin 30 Km/Jam

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon, mengimbau masyarakat agar mewaspadai angin kencang lebih dari 30 km per jam yang berpeluang terjadi di sejumlah daerah di Maluku pada 1 Februari 2014.

“Daerah itu adalah Pulau Ambon, Banda (Maluku Tengah), Geser (Seram Bagian Timur), Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku Tenggara Barat, Maluku Barat Daya,” kata Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon, George Mahubessy saat dikonfirmasi di Ambon, Jumat (31/1).

Kondisi ini dipengaruhi daerah tekanan rendah di Utara maupun Selatan Australia sehingga menarik massa udara sehingga berpeluang mengakibatkan angin kencang dan gelombang lebih dari dua meter.

Sementara cuaca umumnya berawan dan berpeluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berskala lokal di Pulau Ambon, Pulau Buru, Pulau Seram, Pulau Banda, Pulau Geser, Kepulauan Kei, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar dan Pulau Kisar.

Sedangkan gelombang lebih dari dua meter berpeluang terjadi di perairan Pulau Ambon, Laut Seram, Perairan Geser, Selat Manipa, Laut Buru, Laut Banda, Perairan Kepulauan Kei, Laut Aru, Laut Arafura, Perairan Maluku Tenggara Barat dan Maluku Barat Daya.

Karena itu, lanjutnya, para penyedia maupun pengguna jasa transportasi, baik laut maupun udara perlu mematuhi peringatan dini tersebut.

“Jangan memaksakan diri berlayar sekiranya kondisi cuaca ekstrem guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya musibah laut,” ujarnya.

Musim pancaroba di Maluku juga mengakibatkan terjadinya banjir di Negeri Administratif Bula Air dan Negeri Administratif Fatolo, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) pada Selasa(14/1).

Begitu pun pesawat Pilatus milik PT Intan Angkasa di kawasan Un, Kota Tual, Minggu(19/1) sehingga menewaskan empat orang.

Landing Craft Tank (LCT) Jaya Mandiri II tenggelam di laut Kilmuri, Kabupaten Seram Bagian Timur(SBT) pada Jumat(24/1) siang, sekitar pukul 14.00 WIT, akibat diterpa gelombang tinggi dan angin kencang dengan tidak ada korban jiwa dari 10 anak buah kapal(ABK).

Selain itu, perahu tradisional tenggelam dalam pelayaran desa Tunggu – Dobo, ibu Kota Kepulauan Aru, pada Minggu(26/1) petang, mengakibatkan Mantan Kepala Kesbanglinmas Kabupaten setempat, Gerson Gainau(62), hilang dan ditemukan dalam kondisi meninggal di perairan Desa Gorar, Pulau Wamar, Kamis(30/1). (ant/tm)

sumber : www.tribun-maluku.com

 

Peran Laut Dalam Perekonomian Meningkat

Selama periode tahun 2013, dari 9 Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pencapaiannya telah melampaui target. Diantaranya, PDB Perikanan tumbuh 6,45% berada di atas PDB pertanian dan PDB nasional. Produksi perikanan mencapai 19,56 juta ton, jauh melebihi target yang ditetapkan. Kemudian produksi garam rakyat telah menjadikan swasembada garam konsumsi sejak tahun 2012. Termasuk, nilai ekspor hasil perikanan terus meningkat, mampu menembus hingga lebih USD$ 3 miliar, bahkan tahun 2013 mencapai USD$ 4,16 miliar. Pencapaian ini merupakan bukti bahwa laut memiliki peran strategis dalam meningkatkan dan memperkuat ekonomi nasional dan mendukung kesejahteraan rakyat. Demikian ditegaskan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo, pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan 2014 di Jakarta, Selasa (28/1).
Sharif menandaskan, berdasarkan evaluasi KKP, program pengentasan kemiskinan melalui PNPM Mandiri Kelautan dan Perikanan juga cukup berhasil meningkatkan produktivitas. Dimana, kelompok penerima PNPM Mandiri KP telah menunjukan peningkatan produksi perikanan, peningkatan pendapatan dan penambahan jumlah tabungan kelompok. Bahkan, beberapa kelompok di Kabupaten/Kota sudah dapat mengakses kredit program KUR/KKP-E serta Program Kerjasama Bina Lingkungan dan CSR. Keberhasilan juga terjadi pada Program Peningkatan Kehidupan Nelayan (PKN) yang merupakan Direktif Presiden untuk percepatan peningkatan kualitas kehidupan nelayan. KKP bersama 11 Kementerian dan lembaga anggota Pokja PKN telah melaksanakan kegiatan di 816 PPI. “Program PKN, mampu meningkatkan wirausaha dan pendapatan nelayan. Dimana kelompok sasarannya rumah tangga miskin (RTS) nelayan di wilayah berbasis pelabuhan perikanan,” jelasnya.
Menurut Sharif, capaian kinerja lainnya yang patut mendapat apresiasi diantaranya revisi UU No. 27/2007 menjadi UU No. 1/2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir, Laut dan Pulau-Pulau Kecil. Dimana substansi dari revisi UU pesisir tersebut adalah perlindungan dan pemberdayaan terhadap masyarakat adat dan nelayan tradisional. Untuk pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil juga dilakukan dengan tetap mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan Masyarakat Hukum  Adat dan hak-hak tradisionalnya sesuai dengan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia. Serta mengakui dan menghormati masyarakat lokal dan masyarakat tradisional yang bermukim di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. “Kalau dulu, untuk menyusun rencana pengelolaan, rencana aksi, dan rencana strategis hanya melibatkan Pemda dan dunia usaha. Sekarang ditambah masyarakat. Jadi revisi ini sudah menegakkan prinsip good governance,” tambahnya.
Keberhasilan pelaksanaan program KKP juga tidak terlepas dari komitmen peningkatan kinerja yang profesional dan transparan di lingkungan KKP. Sebagai buktinnya, dari penilaian akuntabilitas keuangan dan kinerja, laporan keuangan KKP mendapat penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Selanjutnya KKP juga  meraih nilai sangat baik atau nilai “A” dalam penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Bahkan prestasi ini menjadikan KKP satu-satunya pembina sektor yang memperoleh penghargaan akuntabilitas sangat baik.  Dalam kaitan ini, KKP merupakan satu-satunya K/L yang menangani sektor  mendapatkan nilai “A”. Mulai tahun 2014, target-target kinerja yang juga merupakan kinerja Pemerintah Daerah, akan diturunkan lebih terstruktur dengan metode Balanced Scorecard. “Pencapaian kinerja KKP juga menjadi momentum untuk menyuarakan pembangunan kelautan dan perikanan sebagai sektor yang dapat memberikan kontribusi besar bagi pembangunan nasional 5 tahun mendatang,” tandasnya.
Target 2014
 Sharif menjelaskan, tahun 2014, KKP akan fokus pada berbagai upaya dan langkah-langkah strategis untuk menjadikan KKP berkontribusi pada penguatan ekonomi  dan peningkatan kesejahteraan. Terutama melanjutkan hasil yang telah dicapai dan fokus dalam menuntaskan target-target pada RPJMN 2010-2014. Beberapa program yang ditetapkan diantaranya, melanjutkan programindustrialisasi kelautan dan perikanan, pelaksanaan PNPM Mandiri Kelautan dan Perikanan, penyediaan kapal INKAMINA. KKP juga akan melanjutkan pembangunan infrastruktur pelabuhan perikanan dan prasarana lainnya, seperti cold storage, pabrik es dan pasar ikan. “Diharapkan, pemerintah daerah dapat menjaga operasionalisasi seluruh prasarana yang dibangun pemerintah,” ujarnya.
Pada RPJMN ke tiga tahun 2015-2019, tandas Sharif, KKP diharapkan tetap fokus pada peningkatan kompetitif dan daya saing berbasis Sumber Daya Alam yang didukung SDM berkualitas dan kemampuan iptek. Program ini sangatrelevan apabila diperkuat  pendekatan perencanaan pembangunan tidak lagi landbase approach namun marinebase approach. Apalagi Presiden RI pada konferensi tingkat tinggi RIO+20, Indonesia telah mempunyai komitmen untuk meningkatkan ekonomi berbasis kelautan dan perikanan secara berkelanjutan tanpa merusak lingkungan dengan konsep Blue Economy atau ekonomi biru. “Kita berharap Konsep Blue Economy yang sedang dikembangkan  dapat terefleksi pada RPJMN mendatang,“ tegasnya.
Menurut Sharif, pelaksanaan Rakornas KKP 2014 juga menjadi sebuah momentum untuk menyuarakan pembangunan kelautan dan perikanan sebagai salah satu sektor yang  memberikan kontribusi besar bagi pembangunan nasional 5 tahun mendatang. Bahkan kekayaan laut dapat menghantarkan Indonesia sebagai salah satu negeri yang diperhitungkan secara ekonomi di dunia internasional. Melihat besarnya potensi ini, maka saatnya dipikirkan apa yang akan digarap untuk pembangunan kelautan Indonesia. Terlebih dengan terbitnya UU No. 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil, akan banyak tugas di bidang kelautan yang harus diemban terkait tata kelola laut. “Saya berharap, Bappenas mengkoordinasikan rancangan pembangunan kelautan ke depan dalam suatu *roadmap* yang terintegrasi antar kelembagaan yang akan melaksanakannya,” katanya.
Rapat Koordinasi Nasional 2014, tambah Sharif, memiliki nilai strategis, karena akan membahas rumusan pembangunan kelautan dan perikanan pada masa transisi yaitu tahun 2015. Termasuk pembahasan rumusan pembangunan untuk 5  tahun ke depan yaitu periode 2015-2019. “Pada kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua stakeholder kelautan dan perikanan, baik di pusat maupun di daerah atas dukungan dan kerja sama yang baik dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, sehinggga capaian pembangunan kelautan dan perikanan sampai dengan akhir tahun 2013 meraih prestasi yang cukup membanggakan,” tandasnya.
Ditambahkan, dalam rangkaian kegiatan Rakornas KKP 2014, dilakukan launching regulasi status perlindungan Ikan Parimanta serta penandatanganan Kontrak Kinerja Pejabat Eselon I KKP dengan Menteri KP. Beberapa pembicara yang akan memberikan arahan dan paparan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, Wakil Menteri Bappenas, Lukita, Penasehat Presiden RI Bidang Ekonomi, Firmanzah, Pakar Hukum Kelautan, Prof. Hasyim Djalal, Fraser Thompson dari Mc Kinsey Global Institute, dan pembicara lainnya.
 Jakarta, 28 Januari 2014
sumber: www.kkp.go.id

DAUN GAMAL (Gliricidia sepium) Obat Scabies Pada Kambing

GAMAL

Scabies (scabies dalam Bahasa Indonesia) merupakan penyakit parasite menular pada kulit yang disebabkan oleh tungau. Dua spesies tungau yang sering menyebabkan scabies pada kambing adalah Sarcoptes scabiei dan Psoroptes ovis. Penyakit ini masih merupakan masalah penting pada kambing di Indonesia. Laporan kejadian scabies di Jawa mencapai 47,5% tahun 2006. Laporan terakhir kejadian scabies di Kabupaten Pandeglang Banten mencapai 79 kasus pada tahun 2010.

Kambing yang terkena scabies mempunyai gejala adanya kegatalan yang hebat sehingga hewan berusaha untuk terus-menerus menggaruk diikuti dengan timbulnya keropeng atau kerontokan bulu. Jika penyakit berlanjut, kulit menjadi tebal dan berbintil yang umumnya muncul pada ujung mulut, sekitar mata dan dalam telinga. Jika luka yang terjadi disekitar mulut maka kambing mengalami kesulitan  makan dan akan mati karena kekurangan pakan (kelaparan).

Kambing-kambing yang terserang penyakit ini di pedesaan sering dibiarkan begitu saja karena terkendala dengan harga obat yang mahal. Penyakit ini sangat cepat menular pada hewan dalam satu kandang dan jika tidak diatasi dapat menyebabkan kematian hingga 67%.

Salah satu tanaman yang mempunyai potensi sebagai obat scabies adalah Gamal yang dalam bahasa Latin dinaman Gliricidia sepium, tanaman ini sering dissebut juga kelor laut atau cebreng atau sering disebut pohon residen (Ambon). Gamal merupakan tanaman pelindung yang memiliki banyak manfaat. Untuk daerah Maluku sering dipakai untuk pagar pada kebun, selain itu akarnya menghasilkan nitrogen. Daunnya biasa diberikan sebagai hijauan pakan ternak ruminansia karena memiliki nilai nutrisi yang tinggi (kandungan protein 18-30%) dan kecernaan tinggi (70%). Di samping itu daun dari tanaman ini ternyata juga mempunyai bahan aktif kumarin yang bersifat insektisida, rodentisida dan bakterisida.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Balitvet, Bogor menunjukkan bahwa ekstrak minyak sawit daun gamal 50% dapat menyembuhkan scabies hingga 100% dengan 2 kali pengobatan dengan jarak 1 minggu.

Daun gamal yang digunakan pada pembuatan ekstrak ini adalah dipilih daun tua tetapi masih lunak dari pohon gamal berumur lebih dari 6 bulan. Semakkin tinggi kadar kumarin dalam daun semakin baik efeknya sebagai obat scabies. Cara mudah untuk mengetahui daun dengan kadar kumarin tinggi adalah dengan cara merobek daun dan membaunya. Daun dengan kadar kumarin tinggi biasanya baunya lebih menyengat.

Pengambilan daun untuk pembuatan ekstrak ini adalah dengan cara :

-          100 gr daun gamal dicincang halus, kemudian direbus dalam 200 ml minyak kelapa sawit sampai mendidih selama 1 jam.

-          Selanjutnya suhu sedikit diturunkan (tidak dalam kondisi mendidih) selama 1 jam (total perebusan 2 jam).

-          Hasil ekstrak tersebut diangkat dan disaring dengan kain sambil diperas sampai minyaknya tersaring sempurna.

-          Hasil saringan dimasukkan ke dalam botol gelap (berwarna), dan jangan terkena sinar matahari sampai siap untuk digunakan.

-          Ekstrak ini  bisa disimpan pada suhu ruangan sampai 1 minggu, jika disimpan pada almari es (4°C) bisa bertahan sampai 6 bulan.

Pemberian ekstrak ini pada kambing dilakukan denggan cara mengoleskan ekstrak dengan kuas atau sabut kelapa pada seluruh permukaan kulit kambing yang terkena scabies. Apabila hanya sebagian kecil telinga yang terkena maka obat bisa dioleskan pada telinga saja tetapi apabila scabies telah menyebar pada sebagian badan sebaiknya seluruh tubuh kambing dioles dengan obat karena untuk mencegah perkembangbiakan tungau ke bagian tubuh yang lain. Jika seluruh tubuh kambing harus dioles kira-kira diperlukan 100-200 ml obat tergantung besar kecilnya kambing.

Pengobatan dilakukan sebanyak dua kali dengan jarak 1 minggu. Perlu diingat bahwa kambing yang telah diobati sebaiknya dipindahkan ke kandang yang bersih dan bebaas scabies (kandang baru yang telah disemprot dengann insektisida sebelum digunakan). Hal ini sangat penting karena biasanya hewan yang sembuh dari scabies tidak mempunyai kekebalan sehingga mudah terkena lagi bila ditempatkan pada kandang yang tercemar.

(Sinar Tani No.3399 Tahun XLI).