Bakorluh Maluku - Pertanian Bakorluh Maluku - Perikanan Bakorluh Maluku - Kehutanan

PENANGGULANGAN HAMA DAN PENYAKIT PADA BUDIDAYA GAHARU

Penanggulangan  gaharu dalam skala luas secara monokultur akan rentan terhadap serangan hama dan penyakit.  Dari hasil survey oleh Litbang Kementerian Kehutanan pada tahun 2005 telah ditemukan adanya serangan hama hama ulat daun di beberapa lokasi penanaman pohon penghasil gaharu di Indonesia.   Kemudian pada tahun 2008, serangan hama ulat di lokasi-lokasi budidaya gaharu meningkat tajam.  Akibat serangan ini, daun pohon penghasil gaharu dapat rusak dan daun-daunnya habis dimakan, dan pohon tidak diberi kesempatan untuk tumbuh kembali sehingga lama kelamaan pohon akan mati.   Untuk mengantisipasi hama daun penghasil gaharu ini diperlukan pengendalian secara integrative baik secara kimia dengan insektisida, biologi, dengan predator alami maupun dengan system silvikultur.

Selain itu, pencegahan juga bisa dilakukan dengan pemangkasan pohon pelindung agar kena cahaya matahari diikuti dengan penyemprotan pestisida.  Berdasarkan hasil wawancara dengan Muhammad Nuh selaku penyuluh kehutanan sekaligus petani gaharu di Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat, untuk mencegah serangan hama paling ampuh adalah dengan menggunakan predator alaminya yaitu semut rangrang.   Caranya dengan memelihara tanaman untuk sarang semut rangrang misalnya tanaman mindi, tanaman jengkol dan lain sebagainya.   Secara lengkap, pengendalian hama daun dan penyakit pada pohon penghasil gaharu menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kehutanan dapat dibagi menjadi :

A. Pengendalian Jangka Pendek

Pengendalian dilakukan dengan cara menggunakan bahan kimia.   Insektisida (kimiawi) yang telah diuji cobakan, yaitu terdiri dari campuran 2 jenis insektisida kontak dan sistemik ditambah perekat (untuk serangan musim hujan) dan pupuk daun. Hasil komninasi bahan kimia ini (Tabel 1) cukup memuaskan dimana hama ulat daun gaharu di KHDTK Carita mengalami kematian dan dalam waktu satu minggu trubus daun muda pohon penghasil gaharu timbul kembali.   Namun demikian teknik penyemprotan bahan kimia secara manual kurang efisien dan praktis, untuk itu perlu dilakukan ujicoba penyemprotan dengan beberapa peralatan mekanis berupa alat pengkabutan air yang bertekanan tinggi.

Tabel 1.  Jenis-jenis insektisida yang digunakan untuk mengendalikan hama ulat daun gaharu Aquilaria microcarpa di KHDT Carita, Banten.

No

Jenis Insektisida

Dosis

Keterangan

1

2

3

4

Ripcord (Basf)

Caleb – Tsan 2 EC

Bayfolan

Pro – Sticcer

1 cc/1 L

1 cc/1 L

1 cc/1 L

1 cc/1 L

Kontak

Sistemik

Pupuk daun

Perekat

           Selain itu, dalam jangka pendek perlu dilakukan usaha pencegahan dan pengendalian sebagai berikut :

  1. Membersihkan semak-semak di bagian bawah pohon penghasil gaharu, sehingga kepompong yang diletakan di tanah dapat dikendalikan dengan menggunakan bakteri (mis. Bacillus thuringiensis) dan jamur (mis. Beauveria bassiana).
  2. Perlakuan pemangkasan terhadap ranting-ranting pohon pengasil gaharu dimana diduga ngengat-ngengat tersebut terbangnya rendah, sehingga apabila ranting-ranting di pangkas, maka ngengat-ngengat tersebut tidak dapat meletakkan telur-telurnya di daun pohon pengasil gaharu, di duga kemampuan terbang ngengat terbatas.
  3. Pengendalian dengan biologi, belum dilakukan tetapi akan diuji cobakan.

 B. Pengendalian Jangka Panjang

  1. Melakukan tanaman campuran (teknik silvikultur), misalnya pohon penghasil gaharu dicampur dengan pohon mimba (Azadirachta indica).
  2. Melakukan ujicoba penggunaan predator semut untuk mengendalikan hama ulat yang terdapat di KDHTK (Kawasan Khusus Dengan Tujuan Khusus) Carita, Propinsi Banten.
  3. Mencari tanaman yang resisten terhadap hama dan pohon penghasil gaharu.

Di bawah ini foto hama ulat daun dan kutu putih pada tanaman gaharu.

IMG

Gambar. Penampakan hama ulat daun H. Vittessoides yang menyerang pohon penghasil gaharu Aquilaria microparca

Sumber :  Buku Materi Penyuluhan Kehutanan, Seri : 1/2012 – BPSDM (Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan) Kementerian Kehutanan

Diposting oleh Yudhistira..

Leave a Reply