Bakorluh Maluku - Pertanian Bakorluh Maluku - Perikanan Bakorluh Maluku - Kehutanan

TEMU TEKNIS DAN TEMU KARYA PENYULUH PERTANIAN 2012 DI KOTA METRO – PROVINSI LAMPUNG

Oleh :

Freintje Titiheru, SP

(Penyuluh Pertanian Provinsi Maluku)

Ambon – Kinerja Penyuluh Pertanian saat ini mulai menunjukan kemajuan yang nyata bila dibandingkan dengan kondisi awal era otonomi daerah, yaitu sejak disyahkannya Undang – Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Dewasa ini Penyuluh Pertanian telah siap bangkit kembali dengan tekad kerja keras untuk mendampingi pelaku utama dalam melaksanakan program utama pembangunan pertanian seperti Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN).

Untuk meningkatkan kinerja penyuluh pertanian diperlukan berbagai aspek diantaranya dukungan informasi teknologi tepat guna, bimbingan dalam melakukan pendampingan yang efektif dan efisien, pembinaan mental serta pengorganisasian di dalam melaksanakan tugas sebagai Penyuluh Pertanian. Salah satu wahana untuk meningkatkan motivasi, pengetahuan dan ketrampilan serta sikap Penyuluh Pertanian antara lain dengan dilakukannya penyelenggaraan Temu Teknis dan Temu Karya Penyuluh Pertanian yang dikemas dalam bentuk Jambore Penyuluh Tingkat Nasional.

1.      Tujuan dan Output  Temu Jambore Penyuluh Tingkat Nasional Tahun 2012 adalah :

  • Meningkatkan wawasan dan pemahaman penyuluh, petani, peneliti dan pemangku kepentingan lainnya tentang program empat sukses pembangunan pertanian;
  • Meningkatkan koordinasi antara penyuluh, petani, peneliti, dan pemangku kepentingan lainnya;
  •  Meningkatkan kreativitas penyuluh dalam penerapan dan pengembangan penyuluhan pertanian
  • Meningkatkan motivasi, kinerja dan profesionalisme penyuluh pertanian.

Kegiatan Temu Teknis dan Temu Karya Penyuluh Pertanian diselenggarakan di Lapangan Mulyo Jati, Kota Metro Lampung, pada tanggal 27 – 30 Juni 2012. Peserta yang direncanakan hadir sebanyak ± 3.000 orang namun pada kenyataannya peserta yang hadir sebanyak 4.176 orang yang terdiri dari : Penyuluh Pertanian (PP PNS, PP Swadaya dan THL – TBPP); Peneliti; POPT; Petani; dan Pemangku kepentingan di bidang pertanian (Pendamping).

Provinsi Maluku sendiri mengirimkan 7 (tujuh) orang peserta yang terdiri dari 2 (dua) orang Pendamping dari Pejabat Struktural, yaitu : Kepala Bidang Ketenagaan dan Pengembangan SDM Penyuluhan (Ir. A. Lekatompessy) dan Kepala Sub Bidang Penyuluhan Swasta/Swadaya (Maya. I. S. Tahapary,SP). Sedangkan Penyuluh Pertanian dari Provinsi (Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Maluku ada 4 (empat) orang, yaitu : Ir. P. Latuihamallo (Koordinator Penyuluh Pertanian Provinsi Maluku), Sarverda. P. M. Eropley, S.Pt ;  Elvinsye. Latupeirissa, S.Pt dan F. Titiheru, SP. Salah satu Penyuluh Pertanian berasal dari Kota Ambon atas nama : P. Risamena.

Sebanyak 100 orang peserta berasal dari unsur Kementerian terkait yang terdiri dari; Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian; Komisi IV DPR – RI; Kementerian Pertanian; Kementerian Dalam Negeri; Kementerian Keuangan; Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi; Kementerian BUMN; Kementerian Koperasi dan UKM; Kementerian Kehutanan; Kementerian Kelautan dan Perikanan; Badan Kepegawaian Negara; Bappenas; Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI); dan Asosiasi Pemerintahan Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia (APKASI).

Kegiatan Temu Teknis dan Temu Karya Penyuluh Pertanian  ini diselenggarakan dalam rangka menyukseskan Empat Sukses Pembangunan Pertanian dengan bidang-bidang kegiatan sebagai berikut :

A.    Kegiatan Utama berupa acara Pembukaan yaitu kegiatan upacara sebagai tanda dimulainya secara resmi Kegiatan Temu Teknis dan Temu Karya Penyuluh Pertanian dan dibuka oleh Wakil Menteri Pertanian. Acara Puncak yaitu kegiatan upacara sebagai tanda puncak rangkaian acara Temu Teknis dan Temu Karya Tahun 2012. Acara Puncak oleh Menteri Pertanian, dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 30 Juni 2012 di Panggung Utama Lapangan Mulyo Jati, Kota Metro – lampung.

Didalam Kegiatan Utama terbagi dalam beberapa kegiatan antara lain : Dialog Interaktif Antar Penyuluh Pertanian; Temu Karya / Festival Karya Penyuluh Pertanian; Temu Karya Penyuluh Pertanian atau Festival Karya Penyuluh Pertanian; Seminar dan Sosialisasi; Pameran dan Promosi Hasil karya Penyuluh; dan Karya Wisata.

B.     Kegiatan Pendukung berupa Pencanangan Balai Penyuluhan Kecamatan sebagai Pos Simpul Koordinasi (POSKO) P2BN Tingkat Kecamatan. Pemberian Piagam Penghargaan dari Menteri Pertanian kepada Gubernur peduli terhadap pengembangan penyuluhan pertanian. Menteri Pertanian Suswono memberikan penghargaan kepada 7 (tujuh) Gubernur se-Indonesia karena dinilai peduli atas pengembangan penyuluhan pertanian di daerah, yaitu : Gubernur Lampung, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Jawa Barat, dan Jawa Tengah..(yudhistira)

 

 

 

Leave a Reply