Bakorluh Maluku - Pertanian Bakorluh Maluku - Perikanan Bakorluh Maluku - Kehutanan

PENYULUHAN PENERAPAN TEKNOLOGI PERTANIAN MODERN (HORTIKULTURA)

Penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan dan sumber daya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Membangun sistem Penyuluhan Penerapan Teknologi Pertanian ( Holtikultura ) yang berhasil dan berdayaguna tidak dapat dilepaspisahkan dari dinamika kerja partisipatif antara penyuluh sebagai agen pembaharu informasi, adopsi, inovasi, teknologi dan pelaku utama yang dihimpunkan dalam kelompok tani, Kegiatan Penyuluhan Penerapan Teknologi Pertanian Modern (Holtikultura) dapat terwujud dengan mitra kerja didalam menjalankan peran, tugas dan fungsi secara memadai.

Desa Waiheru, sebagai salah satu desa yang berada di kota Ambon memiliki karakteristik dan luas lahan yang begitu sempit dan diperlukan adanya alih teknologi, sehingga kondisi lahan tersebut dapat dimanfaatkan seefisien mungkin oleh para petani pengarap guna memenuhi kebutuhan pasar dan peningkatan kesejahteraannya. Pengembangan komoditas holtikultura di desa waiheru merupakan salah satu program pengembangan ekonomi pertanian untuk mengatasi kelangkaan komoditas di pasar local. Untuk mewujudkan rencana dan program yang demikian dibutuhkan dukungan sumber dana, SDM dan pembinaan yang ditujukan pada manejemen usaha, pengelolahan lahan, efisiensi dan efektivitas berusaha dan bantuan teknologi serta evaluasi dan monitoring instansi terkait.

Sejalan dengan itu maka sebagai implikasinya diperlukan suatu metode penyuluhan dan penerapan teknologi secara modern pada kegiatan holtikultura sehingga kedepan para petani dalam mengelola usaha taninya dapat mengerti teknologi yang digunakan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat tani dan pelaku usaha.

Dengan terwujudnya kegiatan ini maka akan menghasilkan output yang sangat baik dan berguna bagi pelaku utama guna memanfaatkan sekaligus meningkatkan hasil produksinya dengan penerapan teknologi pertanian modern ( Holtikultur ) di Kota Ambon.

Untuk itu peran penyuluh pertanian sebagai Penyuluh Pendamping adalah sangat penting dan diperlukan sebagai pembimbing petani juga sebagai penghubung antar petani dan pemerintah, maka Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Maluku melalui kegiatan penyuluhan dan pendampingan dengan pola Penerapan Teknologi Pertanian Modern ( Holtikultura ) di Kecamatan Baguala dimana tujuannya untuk melanjutkan dan mengembangkan usaha pertanian dalam pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat tani mandiri dan maju serta menciptakan pengembangan ekonomi kerakyatan di kecamatan Baguala

Dengan terwujudnya kegiatan ini diharapkan :

  • Terselenggaranya program penyuluhan penerapan teknologi pertanian modern ( Holtikultura ) bagi pelaku utama atau kelompok tani ( Poktan ) di desa Waiheru kecamatan Baguala Kota Ambon.
  • Tercapainya Penyaluran informasi pengunaan teknologi pertanian modern ( Holtikultura ) yang berhasil dan berdaya guna dalam meningkatkan produktivitas usaha pertanian.
  • Merubah pola pikir pelaku utama yang tadinya masih menerapkan teknologi pertanian tradisional untuk mempergunakan teknologi pertanian modern guna peningkatan produksi dan kesejahteraan pelaku utama itu sendiri.
  • Mengupayakan Pelaku utama agar mampu mengelola system penerapan teknologi pertanian modern ( Holtikultura ) secara baik,terencana dan berhasilguna.

3 Responses to “PENYULUHAN PENERAPAN TEKNOLOGI PERTANIAN MODERN (HORTIKULTURA)”

  1. Salam sukses gan….

    Bagi yang membutuhkan komoditi Biji dan Bibit tanaman,
    Kunjungi lapak kami:
    http://www.MitraBibit.com

  2. aris nugroho says:

    BUAH NAGA COMUNITY(081310396105)
    Konsep naganisasi adalah sbb-
    1 membuat perkebunan sbg penghasil buah naga dng memaksimalkan lahan kurang produktif.lahan tdr dan lahan yg tdk terorientasi pertanian.

    2 membuat display baik sbg percnthan untk menghandle promosi dan lahan sampling pola tanam utk mengajak para petani atau pelaku secara bisnis.

    3 pola market mengacu pada
    a.sains -sbg pengembngan ilmu untk aplikasi lsg secara lapangan
    seperti pola tumpang sari ter sinergi dng tanaman utama buah naga .shg bkn hanya buah naga saja akan tetapi pada pertanian terpadu lainya spt padi.jagung.kcng tanah dll.
    b bisnis -mengembngkan sayap thd sendi2 finansial baik perush sbg incashflow atau pelaku sbg plus kapital .Dr sisi inilah pengembngan pendapatan scr berkesinambungan akan tercapai.
    c sosial-pd konteks ini edukasi yg edukatif akan mengena pada masyarakat tertama para petani yg hanya menggunakan sistem monokultur akan melakukan tindakan kreatifitas
    (BUAH NAGA COMUNITY DAN NUGIENAGAZ)

  3. aris nugroho says:

    CARA PEMBUATAN EM4 MANUAL
    EM4 dapat anda beli di toko-toko pertanian. Atau anda dapat membuatnya sendiri, ini cara pembuatannya :
    BAHAN 2: Susu sapi atau susu kambing murni.
    Isi usus (ayam/kambing), yang dibutuhkan adalah bakteri di dalam usus.
    Seperempat kilogram terasi (terbuat dari kepala/kulit udang, kepala ikan) + 1 kg Gula pasir (perasan tebu) + 1 kg bekatul + 1 buah nanas + 10 liter air bersih.
    Alat-alat yang diperlukan :Panci, kompor dan blender/parutan untuk menghaluskan nanas.
    CARA PEMBUATAN; Trasi, gula pasir, bekatul, nanas (yang dihaluskan dengan blender) dimasak agar bakteri lain yang tidak diperlukan mati.
    Setelah mendidih, hasil adonannya didinginkan.
    Tambahkan susu, isi usus ayam atau kambing.
    Ditutup rapat. Setelah 12 jam timbul gelembung-gelembung.
    Bila sudah siap jadi akan menjadi kental/lengket.
    Perlu diperhatikan susu jangan yang sudah basi karena kemampuan bakteri sudah berkurang. Sedangkan kegunaan nanas adalah untuk menghilangkan bau hasil proses bakteri.
    Adapun prosedur pembiakan bakteri EM4 adalah sebagai berikut:
    Bahan dan Komposisi:1 liter bakteri,3 kg bekatul (minimal)
    ¼ kg gula merah/gula pasir/tetes tebu (pilih salah satu),¼ kg terasi,5 liter air
    Alat dan Sarana:
    Ember
    Pengaduk
    Panci pemasak air
    Botol penyimpan
    Saringan (dari kain atau kawat kasa)
    Cara Pembiakan:
    Panaskan 5 liter air sampai mendidih.
    Masukkan terasi, bekatul dan tetes tebu/gula (jika memakai gula merah harus dihancurkan dulu), lalu aduk hingga rata.
    Setelah campuran rata, dinginkan sampai betul-betul dingin! (karena kalau tidak betul-betul dingin, adonan justru dapat membunuh bakteri yang akan dibiakkan).
    Masukkan bakteri dan aduk sampai rata. Kemudian ditutup rapat selama 2 hari.
    Pada hari ketiga dan selanjutnya tutup jangan terlalu rapat dan diaduk setiap hari kurang lebih 10 menit.
    Setelah 3-4 hari bakteri sudah dapat diambil dengan disaring, kemudian disimpan dalam botol yang terbuka atau ditutup jangan terlalu rapat (agar bakteri tetap mendapatkan oksigend ari udara).
    Selanjutnya, botol-botol bakteri tersebut siap digunakan untuk membuat kompos, pupuk cair maupun pupuk hijau dengan komposisi campuran seperti yang akan diuraikan dibawah ini.
    Catatan: Ampas hasil saringan dapat untuk membiakkan lagi dengan menyiapkan air kurang lebih 1 liter dan menambahkan air matang dingin dan gula saja.

Leave a Reply