Bakorluh Maluku - Pertanian Bakorluh Maluku - Perikanan Bakorluh Maluku - Kehutanan

KEGIATAN MONITORING PELAKSANAAN PENYULUHAN PERTANIAN DI KABUPATEN/KOTA SE PROVINSI MALUKU

dsc_0482 Keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya tergantung pada faktor teknologi semata, akan tetapi sumber daya alam, sumber daya manusia dan kelembagaan, serta sarana prasarana penyuluhan merupakan faktor penggerak dalam pembangunan pertanian. Dimana keempat faktor tersebut saling menunjang dan merupakan suatu rangkaian sistem yang tidak terpisahkan. Salah satu atau lebih dari faktor tersebut tidak ada, maka kegiatan yang dilakukan tidak akan mendapatkan hasil yang diharapkan.

Sejalan dengan itu, maka strategi pembangunan pertanian dengan visinya mewujudkan pertanian yang tangguh untuk memantapkan ketahanan pangan, meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian serta mewujudkan kesejahteraan keluarga tani, maka perlu adanya dukungan sumber daya masyarakat yang berkualitas, kelembagaan dibidang pertanian yang kuat dan mandiri serta mempunyai komitmen yang tinggi dengan pembangunan pertanian.Guna mencapai pembangunan pertanian yang tangguh dan berdaya saing tinggi perlu didukung oleh kemampuan kelembagaan pelaku utama dan pelaku usaha yang kuat dan mandiri. Sehubungan dengan hal tersebut maka penyuluhan pertanian berperan penting karena berhubungan dengan perubahan perilaku masyarakat petani yang selalu berorientasi kedepan sesuai dengan tuntutan tugas dan pekerjaan yang semakin berkembang.

Dalam rangka pelaksanaan penyuluhan yang maksimal sesuai dengan tujuan, sasaran dan hasil yang diharapkan oleh semua pihak, maka pelaksanaan supervisi dan monitoring awal kegiatan penyuluhan adalah suatu usaha atau strategi awal penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Sehingga nantinya hasil yang diinginkan dan diharpkan itu disesuai dengan kebijakan pemerintah dan tingkat perubahan perilaku petani dapat terwujud.

Dalam usaha mewujudkan harapan yang diinginkan oleh kita semua demi terselenggaranya penyelenggaraan penyuluhan pertanian sebagaimana yang diamanatkan dalam UU Nomor 16 Tahun 2006, maka oleh pemerintah pusat melalui APBN Kementrian Pertanian RI, yang penyelenggaan kegiatannya dilaksanakan oleh Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2011 ini melakukan monitoring awal kegiatan penyuluhan di Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Buru, Kabupaten Buru Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat, maka hasil sementara yang didapat adalah sebagai berikut :

Adapun pelaksanaan kegiatan monitoring yang dilaksanakan pada 7 Kabupaten tersebut memberikan hasil sebagai beriikut :

1. Sebagai alat guna memperbaiki rencana kegiatan sebelum dilaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan pelakasanaan penyuluhan pertanian ditingkat lapangan dan juga sebagai alat ukur untuk memperoleh data atau informasi dari kabupaten
2. Mengetahui permasalahan – permasalahan yang dihadapi dilapangan dan tingkat pemecahan masalah yang dilakukan.
3. Menyediakan umpan balik sebagai bahan untuk mengambil kebijakan / tindakan yang diperlukan dalam rangka penyempurnaan penyelenggaraan penyuluhan pertanian dimasa yang akan datang di perlukan.
4. Mendiskusikan dengan Kepala Badan / Bidang yang menangani kegiatan Penyuluhan khususnya mengenai operasional penyuluhan serta data base lain.

Sedangkan sasaran yang diinginkan adalah : Dinas – Dinas yang membidangi pertanian dan penyuluhan serta Balai Penyuluhan Pertanian yang ada pada 7 Kabupaten yang tersebar di wiilayah Provinsi Maluku..

Kegiatan monitioring yang dilaksanakan oleh Staf Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Maluku yang pelaksanaannya dilaksanakan selama 5 hari terhitung dari tanggal 18 s/d 22 Maret 20011 ini mendapatkan hasil sementara yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar dan pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian yang dilakukan oleh Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) baik Penyuluh pertanian PNS, Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TBPP) dan Tenaga Harian (THL).

Dari Kegiatan monitoring awal ini didapat hasil sementara dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan yang di laksanakan oleh penyuluh pertanian sebanyak 531 orang yang tersebar di 11 Kabupaten/Kota, dengan mencapai desa binaan yang telah ditunjuk dan disesuaikan dengan karakteristik dari masing-masing Kabupaten adalah :
a. Perbaikan program, sasaran, prosedur, pengorganisasian petani dan pelaksanaan penyuluhan pertanian.

b. Mendapatkan data – data untuk perencanaan penyuluhan pertanian

c. Pengambilan keputusan dari sejumlah pihak mengenai sasaran dan cara – cara yang akan dilaksanakan ke depan guna mencapai tujan dan sasaran yang diingikan oleh pemerintah

d. Melakukan pemantauan dan penilaian atas perkembangan hasil pelaksanaann penyuluhan yang dilaksanakan oleh Penyuluh Pertanian PNS, THLTB yang dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan sesuai dengan program yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementian Pertanian RI.

e. Melakukan koordinasi lintas sektor dalam rangka pelaksanaan pembangunan desa yang berbasis pertanian. (Perhubungan, Pekerjaan Umum,)

Leave a Reply